Menag: Pernikahan Harus Menciptakan Ketenangan bagi Keluarga
NU Online · Rabu, 9 September 2026 | 20:00 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan pidato pembukaan National Symposium of Penghulu and Ulama di Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026). (Foto: Kemenag)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Cirebon, NU Online
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar membangun rumah secara fisik, melainkan menciptakan al-bait atau rumah yang menghadirkan ketenangan dan kedamaian bagi keluarga.
“Mari kita menciptakan al-bait,” kata Nasaruddin Umar saat membuka National Symposium Penghulu and Ulama (Nasuha) to Strengthen the Resilience of Sakinah and Maslahah Families di Graha Mbah Muqoyyim, Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026).
Menurut Nasaruddin, rumah tangga dalam pengertian home atau al-bait memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekadar house atau dar. House atau dar merupakan tempat berlindung dari panas matahari dan hujan, sedangkan home atau al-bait menghadirkan ketenangan dan kedamaian.
“Rumah tangga membangun home, bukan dar tapi bait,” lanjutnya.
Ia menggambarkan al-bait sebagai rumah yang menghadirkan kehangatan dalam kehidupan keluarga. Misalnya, suami pulang dari bekerja disambut istri dan anak. Keluarga juga melaksanakan shalat berjamaah dengan suami sebagai imam, sementara istri dan anak menjadi makmum.
Demikian pula dengan aktivitas makan yang dilakukan bersama-sama sebagai bagian dari kehidupan keluarga.
“Itu adalah home. Bukan house. Itu bait. Makanya Ka’bah itu Baitul Atiq, rumah pembebasan. Betah,” jelasnya.
Perceraian Jadi Problem Sosial
Nasaruddin juga menyoroti tingginya angka perceraian yang menurutnya menjadi persoalan sosial karena dapat memunculkan persoalan ekonomi baru bagi keluarga.
Ia menyebut hingga September 2026 terdapat hampir enam juta orang yang mengalami perceraian.
“Enam juta perceraian, enam juta orang miskin baru,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya memperkuat ketahanan keluarga agar pernikahan tidak hanya menjadi ikatan administratif, tetapi mampu membangun keluarga yang sakinah dan maslahat.
Atas dasar itu, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah menggelar Nasuha di Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, pada Rabu-Kamis (9-10/9/2026).
Simposium tersebut mengusung tema “Menyatu Langkah Ulama dan Penghulu: Akselerasi Layanan Syar’i-Adaptif Menuju Konstruksi Keluarga Sakinah-Maslahah”.
KUA Didorong Jadi Pusat Edukasi Keluarga
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan Nasuha merupakan forum nasional yang mempertemukan ulama, penghulu, akademisi, pimpinan pesantren, praktisi hukum keluarga, dan praktisi konseling keluarga.
Menurut Zayadi, forum tersebut diarahkan untuk memperkuat peran KUA, penghulu, dan penyuluh dalam membangun keluarga yang sakinah dan maslahat.
“Memperkuat peran kelembagaan KUA, penghulu, penyuluh, terutama dalam membangun keluarga sakinah, maslahat,” katanya.
Zayadi mengatakan sebanyak 265 makalah dikirimkan untuk mengikuti forum tersebut. Dari jumlah itu, 10 makalah terbaik dipilih untuk dipresentasikan dalam simposium.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas penghulu, penyuluh, dan aktor layanan keagamaan.
“Melahirkan rekomendasi membangun jejaring baru sebagai simpul layanan. KUA sebagai pusat edukasi keluarga, konsolidasi keluarga, dan garda terdepan ketahanan keluarga di tingkat kecamatan,” pungkasnya.
Terpopuler
1
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
2
Kesaksian Ketua PCNU Jombang tentang Sosok Gus Kikin, Harap Rangkul Berbagai Kalangan di PBNU
3
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
4
NU Online Institute Buka Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 untuk Mahasantri Ma'had Aly
5
Lima Gunung Api Berstatus Siaga, Aktivitas Anak Krakatau hingga Semeru Masih Terpantau
6
Khutbah Jumat: Jangan Sampai Jabatan dan Harta Melalaikan Kita, Belajar dari Surah At-Takatsur
Terkini
Lihat Semua