Mendes Ajak PMII dan ITS Kawal Pembangunan Desa
NU Online Ā· Sabtu, 18 April 2015 | 14:00 WIB
Surabaya, NU Online
Peran organisasi kemahasiswaan dinilai penting untuk mengawal dan mengawasi alokasi dana desa yang diperuntukkan untuk pembangunan desa.
<>
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar menegaskan butuh dukungan dari organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi untuk membangun desa.
"Kerja mulia membangun desa dan desa membangun untuk Indonesia yang sejahtera ini tidak mungkin dilakukan sendirian oleh pemerintah," ujar Menteri Marwan saat memberikan kuliah umum sebagai rangkaian Harlah PMII ke 55Ā di Kampus Institute Teknologi Surabaya (ITS), Surabaya, Jumat (17/6).
Perguruan tinggi, menurut Menteri Marwan, merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional. Dengan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional, termasuk dalam pembangunan desa.
"Beberapa bentuk partisipasi atau peran nyataĀ yang bisa disumbangkan Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Desa diantaranya dengan melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna (TTG) untuk kemajuan perekonomian masyarakat desa," ujar Marwan.
Selain itu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perdesaan, menurut Menteri Marwan bisa dijadikan media untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat desa. "Kuliah kerja nyata penting, agar mahasiswa bisa langsung melakukan interaksi langsung dengan masyarakat desa," tandasnya.
Organisasi kemahasiswaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berada di perguruan tinggi di Indonesia juga bisa turut serta melakukan pendampingan atau pelatihanĀ terhadap tenaga pendamping untuk mengawal implementasi Undang-Undang Desa.
"Dengan seperti itu, diharapkan organisasi kemahasiswan, perguruan tinggi, dan masyarakat secara umum bisa. Melakukan pembinaan secara kontinyu terhadap desa (desa binaan) untuk mengembangkan produk unggulan yang mempunyai nilai jual tinggi," tandasnya. (Rickyi/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua