Menristek: Tetap Sarungan, Tapi Pendidikan Doktor
NU Online · Jumat, 5 Juni 2015 | 07:04 WIB
Kendal, NU Online
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengharapkan santri tetap menjaga tradisi pesantren sekaligus terus meningkatkan kapasitas intelektualnya. Dua hal itu, menurutnya, dapat dilakukan secara bersamaan.<>
M Nasir menyampaikan hal itu ketika menghadiri akhiruhasanah Pondok Pesantren Al-Fadhlu Wal Fadhilah pimpinan KH Dimyati Rois di Jagalan, Kaliwungu, Kendal.
“Panjenengan semua, sarungan ya sarungan, tapi kalau bisa pendidikan sampai doktor lah,” katanya di hadapan belasan ribu hadirin di berbagai daerah.
Menristekdikti hadir dalama cara tersebut bersama Menteri Tenaga Kerja Hanief Dhahiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman, dan KH Masyhuri Malik dari PBNU.
Sebagai menteri riset, Nasir mengungkapkan optimismenya meningkatkan kualitas kehidupan bangsa melalui kegiatan penelitian. Kepada jamaah akhiruhasanah Nasir mengungkapkan rencananya mendorong industry pesawat terbang nasional, mengembangankan produk kapal selam, dan meningkatkan produktivitas produk ternak dan tani.
“Kami targetkan tahun depan ada pesewat produksi dalam negeri yang terbang di langit Nusantara ini,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadhlu Wal Fadhilah H Alamudin Dimyati Rois mengungkapkan, dulu ada persepsi kurang baik terhadap pendidikan di pesantren. Namun, seiring perkembangan, masyarakat kian mengakui bahwa pesantran adalah salah satu model pendidikan paling baik.
“Buktinya, tiga menteri yang hadir di sini, semuanya adalah menteri. Ada pula santri yang presiden. Ini bukti,” kata anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (portalsemarang.com/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua