Nasional

Menteri PPPA Ajak Semua Pihak Perkuat Gerakan Bersama Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia

NU Online  ·  Jumat, 24 Juli 2026 | 09:00 WIB

Menteri PPPA Ajak Semua Pihak Perkuat Gerakan Bersama Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Tanjung Pinang, Riau, Kamis (23/7/2026). (Dok Humas KPPPA)

Jakarta, NU Online

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem yang ramah anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan di Tanjung Pinang, Riau, Kamis (23/7/2026).

 

“Anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, kita harus memberikan kesempatan, akses, dan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan meraih cita-cita. Ketika kita hadir untuk anak, kita sedang menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” kata Arifah, dalam keterangannya.

 

Pada momentum tersebut, Forum Anak Indonesia menyampaikan 12 poin Suara Anak Indonesia 2026 yang mewakili aspirasi anak dari 38 provinsi. Aspirasi tersebut dirumuskan melalui proses partisipatif secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

 

Dua belas poin aspirasi itu memuat berbagai persoalan yang menjadi perhatian oleh anak-anak, meliputi pendidikan yang berkualitas dan inklusif, pencegahan kekerasan dan perundungan, kesehatan fisik serta mental, perlindungan anak di ruang digital, peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan, penguatan peran keluarga, pelestarian lingkungan hidup, hingga pemenuhan hak anak penyandang disabilitas.

 

“Suara Anak Indonesia tidak hanya kami dengar, tetapi juga kami kawal. Kami akan mendampingi anak-anak menyampaikan langsung rekomendasi mereka kepada kementerian dan lembaga terkait agar setiap aspirasi mendapatkan perhatian dan tindak lanjut,” ujar Arifah.

 

Selain menjadi ruang penyampaian aspirasi, peringatan HAN ke-42 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong tumbuh kembang anak, di antaranya permainan tradisional berbasis kearifan lokal dan pameran robotik hasil karya anak Indonesia. Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, bakat, sekaligus memperkuat karakter.

 

“Kita tidak bisa hanya melarang anak bermain gawai. Kita perlu menghadirkan alternatif kegiatan yang positif dan menyenangkan. Permainan tradisional mengajarkan kebersamaan, sportivitas, dan nilai karakter yang penting bagi perkembangan anak,” ujar Arifah.

 

Ia juga mengapresiasi terhadap karya-karya inovatif anak Indonesia yang ditampilkan dalam pameran robotik.

 

Menurutnya, kemampuan di bidang sains dan teknologi merupakan potensi besar yang perlu terus didukung agar anak Indonesia mampu bersaing di masa depan.

 

“Robotik menunjukkan kreativitas dan potensi luar biasa anak-anak Indonesia. Potensi ini harus terus kita dukung agar mereka siap menghadapi perkembangan zaman dan tantangan masa depan,” katanya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang