MUI Ajak Umat Islam Rayakan Tahun Baru Secara Sederhana
NU Online · Selasa, 29 Desember 2015 | 12:59 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin mengajak umat Islam agar merayakan pergantian tahun baru menuju 2016 secara sederhana atau jauh dari unsur hura-hura berlebihan.
<>
"Mengajak masyarakat dan bangsa untuk meningkatkan rasa syukur menyongsong 2016 dengan semangat optimisme tinggi. MUI mengimbau pergantian tahun disikapi dengan kesederhanaan, tidak berlebihan, hedonisme, tamak, rakus dan perilaku menyimpang lainnya," kata Maruf di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa.
Soal tahun 2016, Maruf mendorong pemerintah agar terus dapat mewujudkan kerukunan umat beragama.Â
Sementara untuk kasus perselisihan agama seperti di Tolikara dan Singkil, Maruf meminta agar penegak hukum berlaku secara adil terhadap pelaku kerusuhan. Dengan kata lain, tidak ada perlakuan membedakan dalam menangani kasus serupa.
Penegak hukum, kata dia, harus secara konsisten terlibat dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mencegah penistaan agama lewat simbol-simbol seperti kasus sandal bertuliskan Allah, terompet berbahan sampul Al-Qur’an dan celana jeans bergambar perempuan telanjang.
"Mereka harus tegas terhadap penyalahgunaan simbol-simbol agama. Jangan dibiarkan karena bisa ada motif tertentu, misalnya menebar keresahan di tengah masyarakat," kata dia.
Sementara dari unsur masyarakat, Ma’ruf meminta agar tidak mudah terpancing menuju anarkis oleh unsur-unsur provokatif yang berbau agama. Penindakan terhadap penistaan agama agar diserahkan kepada penegak hukum. Di sisi lain, dia meminta unsur berwajib agar bertindak tegas sehingga tidak ada gejolak di tengah masyarakat.
"Bagi umat Islam agar mengedepankan soal Islam wasathiyah (moderat) yang tidak mengedepankan kekerasan dalam bertindak menyikapi persoalan," katanya. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua