Muslimat NU Ajak Alumni Haji Perkuat Kepedulian Sosial dan Akhlak
NU Online · Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB
Majelis dzikir dan shaawat saar Silaturahim Ikatan Haji Muslimat NU dI Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Ahad (13/9/2026). (Nu Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Muslimat Nahdlatul Ulama mengajak para alumni yang telah melaksanakan ibadah haji untuk memperkuat kepedulian sosial dan akhlak. Ketua Pusat Ikatan Haji Muslimat NU (IHMNU) Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa ibadah haji tidak semestinya berhenti setelah jamaah kembali ke Tanah Air, melainkan perlu dilanjutkan dengan menjaga kemabruran haji.
Hal tersebut disampaikan dalam Majelis Dzikir dan Temu Alumni Haji Muslimat NU di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, Ahad (13/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Nyai Hj Nur Djazilah Noer M Iskandar dan KH Ahmad Mahrus Iskandar, seluruh pengurus IHMNU Pusat dan perwakilan Pengurus Cabang hingga ranting Muslimat NU se-DKI Jakarta serta ribuan santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.
“Kita mengimbau untuk alumni-alumni haji Muslimat NU agar menjaga kemabrurannya dengan mempererat silaturahim, dengan berbagi makanan (ith’amut tha'am), dengan menghidupkan Majelis Dzikir seperti yang dilakukan di Pesantren Asshiddiqiyah ini,” ujarnya.
Nyai Nurhayati menyampaikan bahwa salah satu indikator kemabruran haji adalah kepedulian kepada sesama, antara lain dengan memberikan makanan kepada yang membutuhkan, menyebarluaskan ilmu, kita bisa saling mengingatkan untuk mempraktikkan ilmu yang telah didapat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya akhlakul karimah, tata krama, sopan santun, adab, dan etika. Alumni haji, menurutnya, justru harus menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah menunaikan ibadah haji.
“Saat melaksanakan haji kita diajarkan untuk berbicara yang baik-baik, dilarang rafas, maka ketika pulang kita harus saling mengingatkan untuk saling menjaga lisan kita,” ujarnya.
Nyai Nurhayati juga mengingatkan agar alumni haji menjaga hati dan tindakan. Sikap suuzan, menyebar kebencian, berkata kasar, hingga mengumpat harus ditinggalkan.
“Saya berharap jamaah haji khususnya Muslimat NU itu untuk selalu menjaga kemabrurannya sampai akhir hayat. Semoga kita menjadi hajjan mabruran, wa ‘umrotana ‘umrotan mabruran, wasa’ yana sa’yan masykuran, wa dzanbanaa dzanban maghfuran,” ucapnya.
Baca Juga
Tiga Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah
Ia menyampaikan bahwa kegiatan Temu Alumni dan Silaturahim IHMNU akan terus ditradisikan. Setelah sebelumnya digelar di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur dan rencana kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan di Pesantren YAPINK, Bekasi.
Nyai Nurhayati juga mengajak kader Muslimat NU yang belum berhaji atau umrah untuk terus berdoa kepada Allah swt dengan membaca :
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Baca Juga
Makna Haji Mabrur
"Insyaallah dengan mengamalkan bacaan doa ini kita diberi oleh Allah swt kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah," pungkasnya
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
4
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
5
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
6
Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Nyai Sinta Nuriyah Jadi Satu-satunya Perempuan
Terkini
Lihat Semua