Muslimat NU Revitalisasi Layanan Lembaga Kesehatan YKMNU
NU Online · Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:35 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Pandemi Covid-19 dan perkembangan digital membuat Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) terus bergerak memperbaiki layanan kesehatan dan sosial.
Untuk menuju ke sana, YKMNU mengundang Sundoyo selaku Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan untuk memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan layanan kesehatan di lingkungannya.
Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (20/10) dalam rangka Pra Mukernas VI YKMNU. Dalam kesempatan tersebut, Sundoyo menjelaskan bahwa teknologi dapat memudahkan pelayanan kesehatan. Hal yang sudah dinikmati sejak beberapa waktu lalu adalah pijat yang bisa dipanggil melalui aplikasi.
"Kita di rumah duduk manis saja itu semua bisa kita datangkan melalui teknologi informasi. Mau massage saja orangnya datang dengan klik," katanya.
Begitulah teknologi bekerja cepat, efisien, dan efektif dalam memberikan akses bagi seluruh masyarakat. Hal demikian juga sangat berguna bagi pengendalian Covid-19 karena orang punya rasa takut ketika akan ke Rumah Sakit, Puskesmas.
"Kalau kita tidak mencoba memanfaatkan teknologi informasi, pencegahan terhadap ini menjadi tidak baik," ujarnya.
Terlebih Indonesia yang notabene negara kepulauan sehingga akses kesehatan cukup sulit mengingat terkadang untuk mencapai rumah sakit atau klinik terdekat harus melalui jalur perairan. Belum soal sistemasi rujukan yang belum beres.
"Di era pandemi ini mesti harus kita coba mendesain pelayanan yang diberikan bisa diakses dengan mudah masyarakat dengan mutu yang bisa dijamin," ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan kesehatan juga harus diimbangi dengan perlindungan data pasien dan tenaga medis, serta strategi klinik, puskesmas, serta rumah sakit.
"Digitalisasi pelayanan kesehatan juga harus terus dikembangkan," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua I YKMNU drg H Faizah Asim berharap selepas kegiatan ini para pengurus YKMNU dapat merevitalisasi layanan kesehatannya sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah cepat dan murah serta penanganan pasien yang berkualitas.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua