Kudus, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) harus selalu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sikap ini sebagai bentuk komitmen NU dalam memperjuangkan bangsa Indonesia yang sudah ditanamkan para ulama melalui deklarasi Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.<>
"NU harus membela NKRI selamanya. Jika tidak, NU bisa dikatakan sebagai pengkhianat terhadap resolusi jihad," tegas Mustasyar PBNU KH Sya'roni Ahmadi saat menyampaikan mauidhoh hasanah dalam acara grand launching Kartu Tanda Anggota (Kartanu) di Kudus, Jum'at (20/4/).
Di depan pengurus NU dan tamu undangan, KH Sya'roni menambahkan keberadaan NKRI ini merupakan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi bangsa ini. Sebab, proses memperjuangkan kemerdekaannya menggunakan semangat jihad para ulama.
"Bagi NU, NKRI adalah yang paling cocok. Hingga kini kiai-kiai tetap menjaga NKRI. NU bukan penghianat," kata Mbah Sya'roni, panggilan akrabnya menegaskan berulang-ulang.
Selain mempertahankan sikap nasionalisme, Mbah Sya'roni mengatakan, NU juga selalu memperjuangkan Aswaja. Menurutnya, terdapat tiga dari sepuluh ciri seseorang menjadi pengikut Aswaja yang penting dipahami dan dilaksanakan warga NU yakni selalu berjamaah lima waktu, tidak mencari muka dan tidak pernah memberontak.
"Jadi, pengikut Aswaja itu haram memberontak bangsa itu," tegasnya.
Di akhir ceramahnya, pengasuh pengajian Jum'at pagi Masjid Menara Kudus ini mengapresiasi semangat NU yang selalu mengajak mempertahankan NKRI dan paham Aswaja di bumi pertiwi.
"Saya tertarik ajakan semangat nasionalisme tertanam dalam diri warga NU," tandas mbah Sya'roni.
Acara peluncuran ini dimaksudkan untuk menandai pemotretan Kartanu di kabupaten Kudus. Kartanu ini sebagai tanda bukti resmi anggota NU.
Selain KH Sya'roni Ahmadi, hadir juga Bupati Kudus H Musthofa, Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani, Katib KH Ahmadi Abdul Fatah dan pengurus NU lainnya serta ketua Parpol dan camat se-Kudus.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Qomarul Adib
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua