Fenomena Gen Z dan Ancaman Gejolak Demografi Indonesia
NU Online · Ahad, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB
Jombang, NU Online
Generasi Z dan Alpha diproyeksikan menjadi motor penggerak sekaligus pemimpin Indonesia pada masa depan. Namun, di balik potensi besar tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, salah satunya terkait kualitas sumber daya manusia generasi muda.
Direktur Youth Lab Indonesia, Muhammad Faisal, mengungkapkan hasil penelitiannya mengenai kondisi Generasi Z dan Alpha dalam forum pleno Muktamar Kebudayaan Indonesia bertema “Negara Republik Indonesia: Dalam Cita dan Fakta” di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Faisal, terdapat tren penurunan kapasitas intelektual pada Generasi Z yang berbeda dari pola yang terjadi pada generasi-generasi sebelumnya.
"Membaca Gen Z dari sudut pandang IQ, dari generasi ke generasi itu selalu terjadi peningkatan. Namun, baru sekali ini terjadi dalam sejarah bahwa IQ Gen Z justru mengalami penurunan," ujarnya.
Peneliti yang telah belasan tahun mengkaji Generasi Y, Z, dan Alpha itu menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi penurunan kemampuan intelektual adalah tingginya tingkat stres yang dialami generasi muda saat ini.
Ia menilai, semakin tinggi tingkat stres yang dialami seseorang, semakin besar pula potensi penurunan kapasitas intelektualnya.
Selain menyoroti aspek intelektual, Faisal juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi demografi global. Menurutnya, Indonesia bersama sejumlah negara di Asia, Arab, dan Afrika akan memiliki populasi generasi muda yang lebih besar dibandingkan negara-negara Barat.
Dalam beberapa tahun mendatang, Generasi Z diperkirakan akan menjadi kelompok mayoritas di Indonesia. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi tantangan apabila jumlah yang besar tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.
"Anak muda kita banyak, tapi kualitasnya rendah. Indonesia memiliki potensi bencana gejolak demografi," tegas Faisal.
Ia menambahkan, berbagai data mengenai kapasitas intelektual generasi muda saat ini memunculkan spekulasi bahwa anak-anak muda seolah dikondisikan untuk tidak berpikir secara intelektual dan kritis.
Faisal juga menyoroti perubahan pola relasi antargenerasi yang kini berkembang dalam masyarakat. Fenomena yang disebutnya sebagai youth-centered society membuat anak muda semakin menjadi pusat perhatian dan rujukan dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurutnya, Generasi Z hidup pada era ketika orang tua tidak lagi selalu diposisikan sebagai panutan atau sumber nasihat utama. Banyak anak muda menganggap nasihat orang tua tidak lagi relevan dengan tantangan zaman yang mereka hadapi.
"Sekarang anak muda tidak lagi berkaca pada orang tua, yang menarik sekaligus miris, justru orang tua yang berkaca pada yang muda," tandas Faisal.
Kontributor: Miftakhul Jannah
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Pendaftaran Seleksi Beasiswa Al-Azhar Mesir Melalui Akun Pesantren, Berikut Panduannya
4
Khutbah Jumat: Tanda-tanda Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan
5
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
6
Selain TNI-Polri, Komcad Juga Disiagakan saat Aksi Indonesia Bangkrut
Terkini
Lihat Semua