Nahdlatut Turats Semarakkan Muktamar Ke-35 NU dengan Pameran, Daurah Tahqiq, hingga Seminar Internasional
NU Online · Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Rapat koordinasi komunitas Nahdlatut Turats di Lesehan Lasiyem, Kaliwungu, Jombang, Jatim, Rabu (13/8/2026). (Foto: NU Online Jombang/Mukani)
A. Syamsul Arifin
Kontributor
Jombang, NU OnlineÂ
Komunitas Nahdlatut Turoas (NT) bersiap menyemarakkan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama melalui penyelenggaraan enam agenda penting. Lima agenda dipusatkan di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, satu kegiatan digelar di Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang.Â
Kepastian rangkaian agenda ini dimatangkan dalam rapat konsolidasi pengurus NT bersama pihak tuan rumah di Lesehan Lasiyem, Kaliwungu, Jombang, Rabu (13/8/2026). Pertemuan ini dihadiri Dewan Pembina NT KH Ahmad Tajul Mafakhir, Ketua NT KH Muhammad Utsman (Lora Utsman), Ketua Panitia Ayung Notonegoro, serta perwakilan tuan rumah KH Ahmad Lathif Malik dan KH Abdul Wahab Yahya.
Ketua NT, KH Muhammad Utsman, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang menginduk pada penguatan tradisi keilmuan ulama Nusantara melalui khazanah naskah klasik.
"Kesemuanya terkait dengan turots, manuskrip kuno dari para kiai seluruh Nusantara. Mulai dari pameran, dauroh tahqiq, klinik, musyawarah besar, ijazahan sanad, dan seminar," ujar Lora Utsman.
Secara rinci, Ketua Panitia Pelaksana Ayung Notonegoro memaparkan bahwa enam agenda NT akan berlangsung maraton mulai Kamis (27/8/2026) hingga Senin (31/8/2026).
Rangkaian diawali dengan Pameran Turots dan Klinik Turots yang dipusatkan di depan GOR Hasbullah Said, area makam KH Abdul Hamid Hasbullah. "Ada kelas preservasi tentang cara merawat manuskrip, digitalisasinya sampai kelas konsultasi terkait lebih dalam tentang turots," tutur Ayung.
Bersamaan dengan pameran, agenda dilanjutkan dengan Dauroh Tahqiq selama dua hari, Jumat dan Sabtu (28–29/8/2026), di Ribath Hidayatul Qur'an Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang. Agenda ini mendapat perhatian banyak kalangan dengan mencatatkan 135 pendaftar, meski panitia membatasi kuota hanya untuk 40 peserta terpilih.
Selanjutnya pada Sabtu (29/8/2026) siang, sebanyak 200 pegiat naskah klasik dari berbagai daerah akan berkumpul dalam Musyawarah Besar (Mubes) Pegiat Turots di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas.
Pendiri Komunitas Pegon Banyuwangi itu menekankan, Mubes ini dirancang sebagai forum konsolidasi gagasan agar Muktamar NU tidak sekadar berfokus pada dinamika politik organisasi.
"Ini ajang silaturahim dan tukar pengalaman para pegiat turots. Muktamar NU diharapkan tidak sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga mampu memperkuat citra keilmuan," tegas Ayung.
Pada Sabtu malam, agenda berlanjut ke Majelis Ijazahan Sanad Keilmuan di Masjid Jami' Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Panitia mengonfirmasi kehadiran sekitar 50 kiai sepuh, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, yang akan mengijazahkan sanad keilmuan kepada jamaah.
Puncak rangkaian kegiatan ditutup melalui Seminar Internasional Turats pada Ahad (30/8/2026) di Aula MAN 3 Jombang. Forum ini menargetkan 300 peserta dari kalangan akademisi, peneliti Ma'had Aly, pengasuh pesantren, hingga kolektor manuskrip.
"Ada tiga tema panel yang akan dibahas sejak pagi hingga sore, meliputi kekayaan turots Nusantara, NU dan turots, serta internasionalisasi turots," tambah Ayung.
Pengasuh Pondok Al-Muhajirin 3 Tambakberas, KH Ahmad Lathif Malik (Gus Lathif), menyatakan kesiapannya dalam mendukung seluruh kebutuhan operasional dan teknis penyelenggaraan.
"Terima kasih Nahdlatut Turats akan menggelar berbagai kegiatan selama Muktamar NU digelar, tentu akan memiliki nilai keilmuan yang kuat. Kita bantu siapkan sebaik-baiknya," kata Gus Lathif menandaskan.
Terpopuler
1
Masyarakat Adat Kalimantan Timur Ungkap Penolakan Proyek Karbon Bank Dunia
2
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
3
Khutbah Jumat: Makna Kemerdekaan yang Hakiki dalam Islam
4
Khutbah Jumat: Hindari Kemaksiatan dalam Perayaan Kemerdekaan
5
Khutbah Jumat Kemerdekaan: Mengenang Jasa Pahlawan, Melanjutkan Perjuangan
6
Wacana Ketua Umum PBNU Dipilih Lewat AHWA, Rais Aam: Semua Dikembalikan ke Muktamirin
Terkini
Lihat Semua