Ngabuburit di Masjid Istiqlal, Opsi Berburu Takjil di Tengah Kota Jakarta
NU Online · Ahad, 22 Februari 2026 | 20:00 WIB
Sejumlah warga tengah menanti waktu berbuka tiba di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (22/2/2026). (Foto: NU Online/Suci)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Masjid Istiqlal terasa begitu hidup. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini kembali menjadi destinasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk ngabuburit bersama keluarga.
Pantauan NU Online, Ahad (22/2/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB, area depan masjid dipenuhi pengunjung yang ingin berfoto di depan papan nama Istiqlal. Dari anak-anak hingga orang tua, semua tampak menikmati suasana Ramadhan yang kental di tengah kota.
Baca Juga
Sejarah Berdirinya Masjid Istiqlal
Tak hanya menjadi tempat ibadah, Istiqlal juga menghadirkan berbagai aktivitas santai. Ada taman bermain bagi keluarga yang membawa anak-anak, sementara remaja dan pelajar memilih berburu takjil, berkeliling melihat produk UMKM, atau sekadar menikmati obrolan di tepi danau.
Deretan pedagang takjil memenuhi pelataran masjid. Aroma gorengan hangat, segarnya es buah, hingga manisnya kolak menambah semarak suasana. Di antara tenda-tenda, ada pula pedagang yang menjual pakaian Muslim seperti gamis, baju koko, dan sarung.
Di dalam masjid, suasana lebih tenang. Beberapa jamaah memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dan menunaikan shalat sunah sembari menunggu bedug Maghrib. Sementara itu, di luar, pengunjung duduk rapi menunggu pembagian nasi kotak gratis yang disediakan oleh panitia.
Menurut panitia remaja masjid, Malikha, setiap hari Istiqlal menyiapkan 4.000–5.000 paket nasi kotak untuk buka puasa pada hari Senin hingga Kamis. Jumlahnya meningkat di akhir pekan, antara 7.000 hingga 10.000 paket per hari.
"Setiap hari bisa sampai 5.000 boks. Kalau Sabtu-Minggu bisa tembus 10.000. Ini aja belum setengah lima sudah habis, banyak yang belum kebagian,” ujar Malikha ditemui NU Online, Ahad (22/2/2026).
Di antara ribuan pengunjung sore itu, Halimah, warga Banten, tampak datang bersama suami dan anak-anaknya.
"Masya Allah, banyak banget yang mau ke masjid buat ibadah. Banyak kajian juga, kalau bisa semua masjid seperti ini—ada bukber, ada UMKM,” tuturnya haru.
Ia mengaku senang melihat banyak anak muda yang memilih ngabuburit di masjid. "Tadi lihat banyak anak muda juga baca Al-Qur’an, terus lanjut shalat. Alhamdulillah, suasananya adem banget.”
Sementara itu, Ihsan (19), warga Jakarta Selatan, mengaku hampir setiap hari berbuka di Istiqlal. Bagi mahasiswa atau anak kos seperti dirinya, kegiatan ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga bentuk penghematan.
"Buat anak kos, bulan Ramadhan itu tantangan. Dompet makin tipis karena banyak ajakan bukber dan beli takjil. Jadi buka puasa atau sahur gratis di sini tuh bantu banget,” ungkapnya sambil tersenyum.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
5
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
6
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
Terkini
Lihat Semua