NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan bagi Banser Korban Pengeroyokan di Karawang
NU Online · Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:00 WIB
Kasatkornas Banser, Hasan Basri Sagala menyampaikan bantuan dari LAZISNU kepada Ao Mauluddin yang menjadi korban pengeroyokan di Karawang, Sabtu lalu. (Foto: dok. Banser)
Mufidah Adzkia
Kontributor
Jakarta, NU OnlineÂ
Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memberikan bantuan kepada anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal di Karawang, Sabtu lalu. Penyerahan bantuan diserahkan pada Selasa (13/8/2024).
Wakil Ketua LAZISNU PBNU, Qohari Cholil, menyampaikan bahwa bantuan berupa uang diberikan langsung oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, Hasan Basri Sagala.
Qohari Cholil juga menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan oleh LAZISNU berupa support dana senilai 5 juta. "Karena lukanya tidak terlalu parah dan tidak opname, LAZISNU memberikan support sebesar 5 juta," terangnya.
Dia juga menyampaikan, korban merupakan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Bekasi, Ao Mauludin, yang sedang melakukan pengawalan terhadap kiai.
"Dia anggota Satkorcab Banser Bekasi yang melakukan pengawalan kiai ke Karawang dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Â di Karawang," jelasnya.
Pengurus NU Karawang, Ahmad Ruchyat Hasby mengungkapkan kronologi pengeroyokan yang menyasar rombongan kiai dan Banser di Karawang. Belakangan diketahui tokoh NU yang menjadi korban amukan massa tak dikenal ini adalah KH Ihsanudin Al Baedowi, selaku Rais Syuriyah MWCNU Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, serta Banser Bekasi dan Pengasuh Pesantren Manbaul Ulum Karawang, KH Asep Syarif.
Ruchyat, yang akrab disapa Kang Uyen, mengatakan bahwa kejadian ini bermula saat rombongan hendak menuju lokasi pengajian di Pondok Pesantren Al Baghdadi. Tetapi, dalam perjalanan, rombongan tersebut berhenti sejenak di Pesantren Mambaul Ulum Rengasdengklok, jaraknya hanya sekitar 1 kilometer dari lokasi pengajian.
Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan. Namun, di tengah jalan, rombongan ini tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal sebelum tiba di Pesantren Al Baghdadi.
"Pukul 21.00 WIB, rombongan keluar dari Pesantren Manbaul Ulum dan di tengah jalan dihadang oleh 5 sepeda motor berpelat B. Tak lama kemudian, ratusan orang menyusul pengendara motor tersebut. Mereka mengenakan jaket almamater bertuliskan Majelis Al Bahar," ujar Ruchyat kepada NU Online, Rabu (10/8/2024).
"Rata-rata sepeda motor tersebut berpelat B, yang menunjukkan bahwa mereka kemungkinan bukan berasal dari Karawang. Indikasinya, mereka datang dari Cikarang, Bekasi. Yang dihadang adalah mobil Kiai Ihsan dari Cikarang, yang di belakangnya terdapat logo Banser dan NU," imbuh Ruchyat.
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua