Pelatihan Manajemen Bencana NU Care-LAZISNU Tidak Sekadar Mengejar Jumlah Relawan
NU Online · Ahad, 20 September 2026 | 21:00 WIB
Pelatihan Manajemen Bencana diadakan di Semarang Jawa Tengah, Ahad (20/9/2026) (NU Online/Lukman Hakim)
Lukman Kun Hakim
Kontributor
Semarang, NU Online
NU Care-LAZISNU PBNU menegaskan Pelatihan Manajemen Bencana tidak sekadar mengejar jumlah relawan, tetapi membentuk kader Nahdlatul Ulama (NU) yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi situasi kebencanaan.
Manajer Human Resources General Affairs (HRGA) NU Care-LAZISNU PBNU Dewi Rochmawati mengatakan, program tersebut diarahkan untuk melahirkan warga Nahdliyin yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis kebencanaan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menghadapi bencana dan membantu lingkungan sekitar.
“Kita bukan besar secara angka saja. Warga NU ini di survei 160 juta. Dengan adanya keterlibatan secara aktif dari kader tadi, output-nya kita ingin menghasilkan warga NU yang tanggap bencana, yang dirinya sendiri siap untuk menghadapi situasi kebencanaan. Untuk lingkungan juga mereka siap,” tuturnya pada Ahad (20/9/2026).
Menurut Dewi, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam program tersebut. Kader tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki integritas terhadap dirinya sendiri, lingkungan, NU, dan masyarakat luas.
“Jadi menjadi seorang individu yang berkarakter, itu yang utamanya. Kan tidak banyak bisa kita jumpai manusia-manusia yang berkarakter. Dan Lazisnu PBNU ingin menciptakan itu,” katanya.
Ia menyadari bahwa pembentukan karakter dan budaya kesiapsiagaan bukan pekerjaan yang dapat dilakukan secara instan. Karena itu, program tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang.
“Memang ini bukan tugas instan. Ini tugas jangka panjang. Tapi kalau kita tidak coba hari ini, mau kapan lagi? Membentuk karakter yang berjiwa tadi, integritas yang tinggi terhadap individunya, terhadap lingkungannya, maupun terhadap NU dan masyarakat secara luas,” ujar Dewi.
Gandeng Relawan dari China
Dalam pelaksanaan program, NU Care-LAZISNU menggandeng Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF), organisasi relawan dari China yang memberikan pelatihan kepada peserta.
Dewi menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan karena SRVF memiliki kompetensi dalam bidang penyelamatan dan kebencanaan. Kolaborasi itu juga menjadi kelanjutan dari sejumlah inisiasi kerja sama antara pihak Indonesia dan China yang sebelumnya dilakukan oleh sejumlah lembaga NU.
“Dengan kompetensi yang ada dan mereka itu tim rescue salah satu terbaik di dunia,” ungkapnya.
Ia menuturkan, sebelumnya telah ada berbagai inisiasi kerja sama dengan pemerintah China yang dilakukan melalui sejumlah lembaga, termasuk UNUSIA dan Lakpesdam. Dari proses tersebut kemudian berkembang peluang kerja sama dalam bidang tanggap bencana dan respons cepat.
“Ketika ada program yang bukan hanya studi, tapi bisa berlanjut ke program-program lain seperti program tanggap bencana dalam bentuk respons cepat, akhirnya ada salah satu volunteer dari China yang komunitasnya bernama SRVF. Mereka menawarkan kerja sama untuk menciptakan, meng-create, men-trainer warga Nahdliyin yang siap menghadapi situasi bencana,” jelasnya.
Pelatihan Manajemen Bencana NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah menjadi salah satu bagian dari rangkaian program tersebut. Kegiatan batch kedua di Jawa Tengah diikuti peserta dari sejumlah PCNU dan mendapatkan materi serta praktik kebencanaan dari trainer SRVF.
Melalui program tersebut, NU Care-LAZISNU PBNU berharap lahir kader NU yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan kebencanaan, tetapi juga karakter pengabdian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapan untuk bergerak bersama dalam menghadapi situasi darurat.
Baca Juga
Perjalanan Darat Tim NU Peduli ke Palu
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
3
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
4
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
5
Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet, Sebut Evaluasi Dilakukan Terus-Menerus
6
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
Terkini
Lihat Semua