NU dan PKB harus Bangun Sinergi
NU Online Ā· Senin, 1 September 2014 | 10:00 WIB
Surabaya, NU Online
NU dan PKB memiliki visi dan misi yang sama, yakni memperjuangkan Islam Rahmatan lil Alamin, karena itu keduanya harus membangun sinergi. Oleh karenanya, Muktamar PKB 2014 memiliki momentum yang sangat strategis dalam membangun sinergi ini.
<>
Hal tersebut mengemuka dalam perbincangan NU Online dengan beberapa kiai dan pengurus PKB yang hadir di arena Muktamar PKB yang digelar Hotel Empire Palace di Surabaya, (31/8).
Pengasuh Pesantren Al-Mahbubiyah Jakarta KH Manarul Hidayat mengatakan, masyarakat Indonesia sadar betul, bahwa NU cocok dengan budaya lokal. Oleh karena itu, adanya fenomena Islam garis keras seperti ISIS menjadi momen tepat untuk menunjukkan bahwa NU itu tidak seperti mereka.
āNU itu mewakili Islam moderat yang rahmatan lil alamin. Oleh karenanya, wajib menghargai orang lain. Jangankan dengan sesama muslim, dengan nonmuslim saja ramah kok. Itulah NU. Lihat saja Gus Dur, dengan siapapun akur,ā ujarnya.
Karena selain itu merupakan hak asasi yang dilindungi konstitusi ilahi (baca: Alquran) dan Rasul. Lalu hal tersebut dibingkai dalam Bhinneka Tunggal Ika. Inilah karakter yang dimiliki NU yang hingga kini masih melekat berkat para ulama.
Senada dengan Kiai Manarul, Mustasyar PBNU KH Maāruf Amin menyebut PKB adalah kendaraan orang NU. PKB tugasnya membawa aspirasi orang NU. Karena, yang melahirkan PKB adalah PBNU. Meski demikian, pengurus NU dan PKB tidak boleh merangkap jabatan.Ā
āHarus ada mekanisme yang tegas dan jelas soal ini,ā ujar Kiai Maāruf.
Sementara itu, Ali Maschan Musa melihat adanya hubungan kuat antara NU dan PKB. āTrennya sekarang NU dan PKB sangat mesra. Meski perolehan suara pemilu sekarang belum menyamai hasil Pemilu 1999, namun sudah lumayan,ā ujar Ali Maschan.
Para kiai tersebut menilai PKB mampu memperjuangkan aspirasi warga Nahdliyin dengan cara-cara yang santun dan mengedepankan etika berpolitik ala NU. PKB masih dipercaya lebih mewakili aspirasi warga NU daripada partai-partai politik lainnya. (musthofa asrori/mukafi niam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
Terkini
Lihat Semua