Nyai Sinta Nuriyah: Lawan dan Putus Rantai Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
NU Online · Kamis, 21 Mei 2026 | 06:00 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Istri Presiden keempat RI, Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, mengajak masyarakat menjadikan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 sebagai momentum bersama untuk melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ajakan itu disampaikan Nyai Sinta Nuriyah dalam kegiatan pembacaan Ikrar Bersama Bangkit Lawan Kekerasan di Museum Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026).
Nyai Sinta mengatakan Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi muda dari berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan.
“Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional. Karena itu, sudah sepantasnya hari ini kita jadikan sebagai tonggak untuk bersama-sama menyuarakan suatu kebulatan tekad,” ujar Nyai Sinta.
Ia mengajak seluruh masyarakat berdiri bersama melawan berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia.
“Marilah kita bersama-sama berdiri tegak untuk memberantas segala bentuk ketidakadilan dan kekerasan,” katanya.
Nyai Sinta Nuriyah juga menyinggung kondisi perempuan dan anak yang menurutnya masih menghadapi berbagai bentuk penindasan dan diskriminasi.
“Marilah kita putuskan mata rantai belenggu yang membelenggu perempuan selama ini dan menghancurkan anak-anak kita,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Nyai Sinta memimpin pembacaan Ikrar Bersama Bangkit Lawan Kekerasan didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Ikrar tersebut berisi komitmen untuk tidak menjadi korban maupun pelaku kekerasan, serta membangun lingkungan yang aman bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Dalam pembacaan ikrar, peserta menyatakan menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, pelecehan, dan diskriminasi.
“Kekerasan bukan budaya kita, melindungi adalah tanggung jawab kita bersama,” demikian bunyi penutup ikrar yang dibacakan bersama peserta.
Selain itu, peserta juga menyatakan komitmen untuk menghormati martabat setiap manusia secara adil dan setara, serta ikut membangun lingkungan yang aman, sehat, dan berintegritas.
Terpopuler
1
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
2
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
3
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Menhan RI Ungkap AS Pernah Minta Izin Lintasi Wilayah Udara Indonesia
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua