Sleman, NU Online
Salah satu target diadakannya Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional Pencak Silat Nahdhatul Ulama’ (PSNU) Pagar Nusa adalah untuk mencetak 3000 pendekar, yang nantinya akan lahir dari tangan para pelatih yang telah digembleng dalam pelatihan tersebut.
<>
Demikian dikatakan oleh ketua panitia, M. Roghib, dalam sambutan pembukaan Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional PSNU Pagar Nusa, Senin (3/3), di Gedung Youth Centre Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta. Oleh karenanya, ia memohon doa restu dan dukungan dari seluruh pihak dalam mewujudkan harapan tersebut.
Sementara itu, Aizzudin Abdurrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, menambahkan bahwa acara pelatihan tersebut merupakan langkah awal. Harapan dari acara pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari ini adalah terciptanya metode-metode baru untuk kemudian diajarkan kepada pengurus, dan kemudian diajarkan di sekolah maupun pesantren, serta masyarakat.
“Pendekar adalah pejuang. Pendekar berhak dan harus terus menerus mempertahankan spirit para sesepuh,” tambah sosok yang sekaligus cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
TB Ibransyah, selaku perwakilan Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa DIY, mengatakan bahwa PSNU sebagai badan otonom bertugas untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan pencak silat sebagai warisan Wali Songo.
“Dalam pelatihan ini kami berharap spirit ahlussunnah wal jama’ah dan nilai perjuangan para ulama, wali, dan para pendahulu akan melekat pada pendekar-pendekat pencak silat,” tambahnya.
Adapun KH Suharbillah, Penasehat PSNU Pagar Nusa, menyatakan bahwa dengan mengabdikan diri di Pagar Nusa, tidak akan membuat hidup menjadi melarat. Bahkan ia menegaskan, “Kita akan melakukan ibadah, melanjutkan perjuangan sebagai saksi hidup yang akan memberikan berkah pada hidup kita,” tandasnya. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua