Nasional

Panduan Shalat Gerhana Bulan Petang Ini, Mulai Niat hingga Salam

NU Online  ·  Selasa, 3 Maret 2026 | 08:30 WIB

Panduan Shalat Gerhana Bulan Petang Ini, Mulai Niat hingga Salam

Ilustrasi shalat gerhana bulan. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Gerhana Bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026) petang usai Maghrib Waktu setempat. Peristiwa Gerhana Bulan total ini akan tampak terlihat dari seluruh wilayah Indonesia. Karenanya, masyarakat Muslim di Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuf al-qamar).
 

Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa shalat gerhana bulan sangat dianjurkan, khususnya dengan berjamaah. Hal ini sebagaimana ia kutip dari kitab Nihayatuz Zain dalam artikelnya berjudul Tata Cara Shalat Gerhana Bulan di NU Online yang dikutip pada Selasa (3/3/2026).


Shalat gerhana memiliki sedikit perbedaan dengan shalat biasanya. Hal ini mengingat bacaan Surat Al-Fatihah dan ruku pada shalat gerhana dilakukan dua kali di setiap rakaatnya. Artinya, selepas ruku’ pertama, kembali berdiri untuk membaca surat Al-Fatihah dan ayat lain. Kemudian, ruku’ kembali dan dilanjutkan i’tidal.


Shalat ini bisa dilakukan secara berjamaah dengan bacaan keras (jahar) ataupun dilakukan secara sendiri (munfarid).


Shalat gerhana harus diawali dengan niat sebagai berikut: 


أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى 


Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ


Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah swt.”


Adapun urutan tertib shalat sunnah gerhana bulan adalah sebagai berikut: 

  1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram sebagaimana di atas.
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati. 
  3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek dibaca dengan jahar (lantang). 
  4. Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah. 
  5. I'tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah kembali. Setelah itu dianjurkan baca Surat Ali Imran atau selama surat itu. 
  6. Rukuk dengan membaca tasbih dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
  7. Itidal. Baca doa i’tidal.
  8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
  9. Duduk di antara dua sujud 
  10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua. 
  11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua. 
  12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah. 
  13. Salam. 
  14. Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.


Adapun waktu fase gerhana bulan total pada Selasa (3/3/2026) petang berdasarkan data LF PBNU adalah sebagai berikut.

 
  • Awal fase gerhana sebagian  = 16:50:01 WIB 
  • Awal fase gerhana total = 18:04:28 WIB 
  • Puncak gerhana = 18:33:37 WIB 
  • Akhir fase gerhana total = 19:02:24 WIB 
  • Akhir fase gerhana sebagian = 20:17:13 WIB 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang