Jakarta, NU Online
Perbuatan zalim termasuk dosa berat dalam pandangan Islam. Dampak buruk yang ditimbulkan tidak hanya menimpa orang lain, tapi juga merugikan diri sendiri. Siapa pun diimbau menghindari perilaku ini, terutama bagi para pejabat negara.<>
“Harus hati-hati. Jangan sampai menzalimi orang lain. Hati-hati, terutama para pejabat,” kata Penasihat Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama KH Nuril Huda saat menyampaikan khutbah Jum'at di Masjid An-Nahdliyah, lantai dasar Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (12/10).
Menurutnya, kerugian yang menimpa para pelaku zalim tak hanya terjadi di dunia tapi juga di akhirat. Sebab, dosa mereka akan terus berlipat ganda sementara pahala akan terkuras habis untuk membayar buah kejahatannya.
“Ini bunyi hadits. Orang yang mazlum (dizalimi) berhak mendapatkan pahala itu,” kata Ketua PP LDNU 2004-2010 itu.
Kiai Nuril menyatakan, meski dirasakan nanti, hukuman akhirat adalah hukuman yang terberat dan mengerikan karena itu wujud keadilan hakiki. “Keadilan di dunia ini kan nisbi. Sedangkan yang diakhirat itu sejati,” imbuhnya.
Salah satu sesepuh pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini juga mengajak umat Islam untuk menjalan agama secara utuh. Implementasi dari sikap ini adalah dengan menghayatinya secara lahir dan batin dengan tidak tergoda oleh gemerlap duniawi.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua