PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
NU Online Ā· Rabu, 20 Mei 2026 | 20:30 WIB
Ahmad Naufa
Penulis
Samarinda, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyebut saat ini NU telah memiliki sistem digital Digdaya yang digunakan untuk mengelola berbagai urusan administrasi organisasi secara daring di berbagai tingkatan kepengurusan.
āHubungan antara PWNU dengan PCNU juga sudah luar biasa lancar sekarang karena terhubung melalui aplikasi digital,ā ujar Gus Yahya saat peresmian gedung dan Musyawarah Kerja Wilayah II PWNU Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, PBNU juga telah menyelesaikan pengembangan mesin kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang akan diintegrasikan ke dalam aplikasi Digdaya untuk mempermudah penggunaan sistem tersebut.
Gus Yahya menjelaskan, saat ini PBNU telah menyelesaikan tahap piloting di sejumlah daerah. Setelah Digdaya Persuratan berjalan di tingkat cabang, sistem itu akan diperluas hingga ke tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) di kecamatan dan ranting di desa-desa.
āKalau itu bisa kita laksanakan, nantinya tidak kurang dari 7.000 MWC seluruh Indonesia akan tergabung di dalam Digdaya, dan tidak kurang dari 61.000 ranting di seluruh Indonesia akan terhubung di dalam Digdaya NU,ā ujarnya.
Ia mengatakan, jika sistem telah menjangkau tingkat ranting, pengurus ranting akan diminta memasukkan data warga NU di wilayah masing-masing. Data tersebut nantinya dikonsolidasikan dalam satu sistem digital nasional.
Menurut Gus Yahya, konsolidasi data itu akan menjadi dasar pengembangan berbagai layanan digital untuk memenuhi kebutuhan warga NU di berbagai sektor.
āKarena hanya dengan cara ini, sebetulnya, dengan cara digital ini kita bisa mengelola Nahdlatul Ulama ini dengan sebaik-baiknya,ā katanya.
Selain Digdaya Persuratan, PBNU juga disebut telah menyelesaikan desain berbagai platform digital lain yang akan saling terintegrasi.
āKita punya Digdaya Kepengurusan, sudah jadi, dan sudah sebagian berjalan. Kita punya Digdaya Pesantren yang juga sudah selesai piloting-nya, bisa segera dijalankan. Kita punya Digdaya Kader yang juga sudah berjalan. Kita nanti punya Digdaya Madrasah, Digdaya Perguruan Tinggi. Kita akan punya Digdaya UMKM, Digdaya Kesehatan yang menyambungkan unit-unit layanan kesehatan kita semuanya. Kita akan punya Digdaya Keuangan dan berbagai macam yang semuanya sekarang sudah ada desainnya, mesinnya sudah ada, tinggal bagaimana menjalankan,ā jelasnya.
Menurut kiai asal Rembang itu, organisasi sebesar NU tidak mungkin dikelola secara optimal tanpa dukungan teknologi digital yang terintegrasi.
āMimpinya PBNU adalah membangun semesta digital NU, sehingga semua hajat orang NU semuanya ditampung dan diurus di dalam platform digital itu,ā ujarnya.
Ia berharap pengembangan ekosistem digital tersebut dapat berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi warga NU di seluruh Indonesia.
āMudah-mudahan tidak ada lagi masalah apa pun atau siapa pun yang menghalangi perjalanan kita mewujudkan ini, sehingga ke depan warga NU ini sungguh-sungguh bisa di-address, bisa disentuh kepentingan-kepentingan dan hajat-hajatnya oleh keseluruhan instrumen organisasi jamāiyah Nahdlatul Ulama ini. Amin,ā harapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Rais Syuriyah PBNU Muhibbul Aman Aly, Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Timur Ali Kholil, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta Muhyiddin Ishaq, Katib Syuriyah PBNU Athoillah Sholahuddin Anwar, Rais Syuriyah Kalimantan Utara Muthahar bin Sholeh Al Jufrie, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni, serta Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji.
Terpopuler
1
Maju Calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan Antara Percaya Takdir dan Tuntutan Menjaga Kesehatan
3
Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan dengan Berolahraga, Ikhtiar Menjaga Amanah dari Allah
4
Gus Rozin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Bawa Misi Benahi Organisasi
5
Kongres Umat Islam Indonesia Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
6
Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
Terkini
Lihat Semua