Pembelajaran Jarak Jauh Sarana Pemerintah Evaluasi Pemerataan Pendidikan
NU Online · Rabu, 18 Maret 2020 | 05:30 WIB
Pakar pendidikan Muhammad Zuhdi melihat kesiapan guru dan siswa dalam PJJ ini sangat variatif, ada yang siap, terpaksa siap, hingga betul-betul tidak siap.
"Pada persoalan ini, kita akan melihat disparitas yang tinggi antara satu kelompok sosial ekonomi tertentu dengan lainnya," katanya kepada NU Online pada Selasa (17/3).
Sebenarnya, lanjut Zuhdi, hal ini bisa menjadi kesempatan baik bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melihat sebaran pemanfaatan teknologi informasi di sekolah atau madrasah, termasuk siswanya.
Sebab, jelas Zuhdi, pemerataan kualitas pendidikan adalah sebuah kemestian. Semua anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan berkualitas.
Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan bahwa pemerintah sudah memiliki standar sarana prasarana pendidikan.
Karenanya, ia menegaskan pemerintah, khususnya pemerintah daerah, pertama, perlu memperhatikan bagaimana membuat kesenjangan teknologi informasi antarlembaga pendidikan menjadi rendah.
Kedua, lanjutnya, bagaimana membuat para pendidik mampu mengubah paradigma pembelajaran yang mereka miliki, dari konvensional menjadi blended learning.
Ketiga, jelas Zuhdi, bagaimana pemerintah memanfaatkan generasi milenial yang memiliki potensi di bidang ini untuk mengubah model pendidikan di masa depan.
PJJ ini, menurutnya, memaksa sekolah dan madrasah untuk siap memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran secara lebih luas.
Pun dengan siswanya, PJJ akan menjadi modal buat mereka untuk bisa menjadi pembelajar mandiri di masa depan. Terlebih, kata alumnus Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi itu, modul pembelajaran daring sudah didesain untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Pewarta: Syakir NF
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua