Jakarta, NU Online
Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta pemerintah bersikap tegas terhadap tindakan penyadapan yang dilakukan negara asing.
<>
“Itu menghina dan melecehkan serta tidak bermartabat,” kata Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj di kantor LPOI, Jakarta Pusat, Kamis.
Organisasi yang tergabung dalam LPOI adalah NU Persatuan Islam, Al-Irsyad Al Islamiyah, Mathlaul Anwar, Ittihadyiah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, IKADI, Azzikra, Syarikat Islam Indonesia, Al Washliyah dan Perti.
Menurut Kiai Said, tindakan tegas ini perlu dilakukan agar kita tidak dianggap penakut dan selalu tunduk pada kemauan asing. “Kalau perlu putus hubungan, ini sudah kurang ajar sekali,” tegasnya.
Permasalahan lain yang dibahas LPOI adalah desakan agar persiapan penyelenggaraan pemilu dilakukan lebih baik, seperti penyempurnaan DPT agar masyarakat tidak apatis.
“Kami juga siap membantu mensosialisasikan pendidikan pemilih dan pengawasan pemilu,” kata Kiai Said.
Ia meminta partai politik melakukan pendidikan politik agar masyarakat memiliki awasan tentang pentingnya pemilu dan memotivasi dalam penggunaan hak pilihnya.
LPOI juga mendesak pemerintah menindak tegas individu dan organisasi kemasyarakatan yang melakukan kampanye hitam untuk mengagalkan pemilu, seperti menyebarluaskan paham bahwa pemilu haram dan DPR sebagai toghut. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
3
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua