Pendidikan Bermutu masih terbatas bagi Orang Kaya
NU Online Ā· Selasa, 1 Mei 2012 | 07:24 WIB
Jakarta, NU Online
Pemerataan akses pendidikan di Indonesia dirasakan belum memuaskan semua pihak. Sampai hari ini himpitan ekonomi tetap menjadi hambatan terbesar bagi kalangan menengah ke bawah untuk mengenyam pendidikan layak dan bermutu.
<>
Demikian disampaikan Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam STAINU Jakarta Imam Bukhori kepada NU Online, Senin (30/4). āHingga sekarang pendidikan kita masih terkendala oleh pendidikan bermutu yang mahal, yang bisa dijangkau oleh mereka-mereka yang kaya saja,ā ujarnya.
Menurut Imam, Angka Partisipasi Kasar (APK) yang tinggi tidak bisa dijadikan patokan pasti bahwa rakyat secara merata telah memperoleh hak pendidikan. Pendekatan ini bersifat kuantitatif dan menyembunyikan problem nyata tentang pendidikan berkualitas yang tidak banyak diakses oleh peserta didik dari golongan miskin.
āKarena pokoknya yang penting sekolah, bukan sekolah yang penting-penting. Jadi melupakan aspek kualitas,ā tambah Imam.
Ketidakmerataan ini berdampak pada mutu pendidikan mayoritas rakyat masih jauh dari predikat ideal. Selain kurang memuaskan harapan peserta didik, kondisinya juga belum memenuhi standar nasional pendidikan (SNP) yang ditetapkan oleh pemerintah sendiri.
āKalangan menengah ke bawah kalau ingin sekolah di RSBI (Rintisan Sekolah Berbasis Internasional) tidak mungkin, karena lembaga ini masih memungut biaya yang tak terjangkau.ā tandasnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis Ā : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua