Nasional

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Lima Bandara Alternatif Disiapkan

NU Online  ·  Senin, 7 September 2026 | 18:00 WIB

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Lima Bandara Alternatif Disiapkan

Ilustrasi Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Kemenhub)

Jakarta, NU Online

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan lima bandara alternatif untuk melayani penerbangan yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan keselamatan penerbangan.


Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, sejumlah bandara alternatif yang disiapkan yakni Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati), Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda, Bandara Adi Soemarmo, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani.


Hingga Senin (7/9/2026), sejumlah maskapai telah memanfaatkan bandara alternatif tersebut. Sebanyak empat penerbangan Garuda Indonesia telah melakukan pendaratan di Bandara Kertajati sebagai alternatif dari Bandara Soekarno-Hatta.


“Saat ini dan sejak kemarin Garuda Indonesia sudah melakukan pendaratan di Bandara Kertajati. Hari ini rencananya akan dilakukan juga pendaratan di Kertajati untuk penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam,” ujar Dudy saat memberikan keterangan media secara daring di Jakarta, Senin (7/9/2026).


Pemerintah juga mendorong maskapai, terutama maskapai luar negeri, untuk memanfaatkan pesawat berkapasitas lebih besar dan bandara alternatif yang telah disediakan.


Menurut Dudy, langkah tersebut diperlukan agar penumpang yang terdampak penutupan bandara dapat segera melanjutkan perjalanan. Penumpang yang hendak kembali ke Indonesia juga diupayakan dapat menggunakan bandara alternatif yang masih aman untuk penerbangan.


Di sisi lain, Kemenhub masih menutup sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga Senin (7/9/2026), terdapat tujuh bandara yang masih ditutup.


Ketujuh bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; serta Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.


Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan telah kembali dibuka dan beroperasi normal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bandara tersebut dinyatakan tidak terdampak paparan abu vulkanik.


Kemenhub terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik. Pembukaan kembali bandara yang terdampak akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman bagi penerbangan.


"Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis,” ujar Dudy di Jakarta, Ahad  malam (6/9/2026).


Ia menegaskan, setiap bandara terdampak harus melalui pemeriksaan sebelum kembali melayani penerbangan. "Kita pastikan harus dicek dulu sebelum beroperasi untuk keselamatan penerbangan,” tegasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang