Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Qur'an
NU Online · Selasa, 9 Oktober 2012 | 02:33 WIB
Jakarta, NU Online
Peserta penerima beasiswa Arab Saudi akan menerima bimbingan hafalan Al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH), organisasi penghafal dan pegiat Al-Qur’an NU.<>
“Kita akan kerja sama dengan JQH,” kata Ahmad Ridho, staf biro kerjasama beasiswa luar negeri saat ditemui NU Online di lantai lima Gedung PBNU saat menunggu kesiapan peserta ujian, Senin (8/10) siang.
Lima belas yang lolos ujian tidak dilepas begitu saja, tambah Ahmad Ridho yang juga penguji peserta calon besasiswa. Hafalan Al-Qur’an umumnya peserta, belum mantap benar. Padahal beasiswa Arab Saudi menghedaki hafalan yang kuat.
Ridho menambahkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Jawa. Peserta antara lain berasal dari pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Sejumlah lima puluh orang akan menerima beasiswa Arab Saudi dari pelbagai jurusan. Jenjang S1 dan S2, masing-masing berjumlah lima belas kuota. Jenjang S3 menerima hanya sebanyak 20 kuota.
Peserta yang lolos, baru bisa berangkat ke Arab Saudi tahun depan. Selama setahun itu, Jamiyatul Qurra Wal Huffaz, JQH NU akan memperkuat hafalan mereka. Bimbingan JQH, akan member cukup bekal bagi mereka, tambah Ridho.
Dari sejumlah tes yang diujikan, hafalan Al-Quran ini menempati bobot yang tinggi. Wawasan ke-NU-an juga mendapat bobot penilaian yang cukup tinggi.
Selain hafalan, peserta juga wajib melewati uji kemampuan membaca kitab. Kitab yang diujikan adalah Kifayatul Akhyar dan Fathul Qarib. Menurut Ridho, bobot tes yang satu ini lebih lebih rendah dari hafalan Al-Qur’an dan wawasan ke-NU-an.
Sementara peserta S2 dan S3, mendapat tes tambahan. Mereka yang mengambil jurusan keagamaan, wajib berdialog dengan bahasa Arab. Bagi yang mengambil jurusan umum, penguji akan menguji kemampuan berbahasa Inggris.
Karenanya, mereka dari sekarang sudah menentukan jurusan. Ada yang ambil keagamaan, teknik lingkungan, ekonomi Islam, sains, dan kimia. Mereka yang gagal dalam uji hafalan, akan dikirim ke luar Arab Saudi. Maroko dan Tunisia, siap menampung mereka, tandas Ridho.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Penulis : Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
2
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, Bukti Pelatihan Militer bagi Sipil Tidak Relevan
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Calon Manajer KDMP
5
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
6
Nikah Batin: Pernikahan yang Tidak Pernah Dikenal Syariat Islam
Terkini
Lihat Semua