Afina Izzati
Kontributor
Jakarta, NU Online
Putri Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdullah Kafabihi Mahrus, yakni Ning Hafshah al-Ahla mengungkapkan perkembangan adanya variasi bacaan Al-Qur'an yakni qiro'ah sab'ah atau tujuh cara membaca Al-Qur'an.
"Al-Qur'an tidak diturunkan dalam satu macam bacaan saja, namun dengan berbagai variasi. Ini ditujukan karena Rasulullah saw menginginkan kemurahan dari Allah swt untuk umatnya yang kesulitan membaca Al-Qur'an," jelas Hafshah, sapaan akrabnya dalam tayangan YouTube NU Online Senin (5/9/2022).
Ia menuturkan, hal itu sebagaimana perintah shalat dalam isra' mi'raj bahwa Rasulullah saw meminta keringanan dalam jumlah rakaat bilangan shalat, hingga akhirnya bisa dilaksanakan dalam 17 rakaat.
Sama halnya dengan bacaan Al-Qur'an, Rasulullah meminta keringanan kepada Allah agar umatnya diberikan kemudahan dalam membaca Al-Qur'an, mengingat bahwa umatnya itu beragam sehingga harus ada variasi macam bacaan lainnya.
"Rasulullah bersabda bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf namun jangan sampai kita mengartikan bahwa tujuh huruf itu sebagai qiro'ah sab'ah. Karena tujuh huruf yang dimaksudkan Rasulullah itu sudah ada sebelum adanya qiro'ah sab'ah," jelasnya.
Hafshah mengisahkan, pernah suatu ketika sahabat Umar mendengarkan bacaan sahabat lainnya yang sebelumnya belum pernah ia dengar. Akhirnya Umar merasa bimbang dan mengadukan kepada Rasulullah bahwa ia tidak pernah diajarkan yang demikian. Kemudian Rasulullah berkata  bahwa itu adalah bacaan Al-Qur'an yang diajarkan kepada mereka.
"Di sini terlihat bahwa memang Al-Qur'an diturunkan dengan variasi bacaannya. Seiring perkembangan zaman dan bertambahnya waktu maka semakin banyak bacaan Al-Qur'an yang bervariasi. Sehingga akhirnya beberapa ulama tampil dan menyaring bacaan mana saja yang sanadnya sampai kepada Rasulullah, hingga sekarang kita mengenalnya sebagai qiro'ah sab'ah," papar dia.
Ia menerangkan, hikmah yang dapat diambil dari mempelajari qiro'ah sab'ah adalah dapat mengerti dan memahami demikianlah Al-Qur'an diturunkan. Supaya kita mengerti kuatnya ilmu qiro'ah yang alangkah baiknya kita pelajari juga.
Kontributor: Afina Izzati
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua