Prof Quraish: Sibuk Ibadah Hingga Lalai Bekerja Hukumnya Dosa
NU Online · Sabtu, 30 April 2022 | 15:00 WIB
Afina Izzati
Kontributor
Jakarta, NU Online
Cendekiawan muslim Indonesia Prof HM Quraish Shihab menyebut bahwa sibuk beribadah hingga melalaikan pekerjaan hukumnya dosa. Kewajiban harus lebih didahulukan daripada sunnah, karena bekerja adalah kewajiban.
Prof Quraish menerangkan hal tersebut dalam acara Shihab & Shihab di YouTube Najwa Shihab bekerja sama dengan Kajirans, Jumat (29/4/2022).
“Karena itu Tuhan berkata, tidak usah shalat sunnah di malam hari jika sampai mengganggu kewajiban. Baca saja Al-Qur’an yang bisa dibawa ke mana-mana. Boleh juga dengan shalat yang wajib-wajib saja,” terang Prof Quraish.
Pria asal Sidrap Sulsel ini menegaskan, seseorang tidak boleh tenggelam dalam spiritual meskipun ada di bulan Ramadhan, karena harus diseimbangkan.
“Perlu ada keseimbangan antara jasmani dan rohani, material dan spiritual, meskipun memang kita harus memberikan perhatian khusus untuk bulan Ramadhan,” tuturnya.
Sebaliknya, Prof Quraish menyebutkan, tidak diperkenankan bekerja keras untuk mengejar harta sampai melelahkan, meskipun setiap hari memang dilanjutkan untuk mengisi waktu dengan hal positif.
“Seseorang selama akalnya belum dikalahkan oleh nafsunya maka ia akan bisa mengatur waktunya. Ada waktu yang digunakan untuk berdialog dengan Tuhan, untuk memikirkan alam semesta, untuk introspeksi diri, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan di sela itu ada waktu untuk becanda,” tuturnya.
Pengarang Tafsir Al-Misbah itu menambahkan, tidak ada istilah amal dunia ataupun amal akhirat. Karena keduanya adalah satu mata uang yang memiliki dua wajah.
“Jika hanya menjadikan salah satunya lebih penting dari yang lain maka akan terganggu keseimbangannya, dan gangguan keseimbangan itu adalah penyakit,” jelas Prof Quraish.
Menurut Prof Quraish, jika perhitungannya hanya amal dunia dan tidak amal akhirat maka akan terjerumus dalam dosa. Tapi jika melakukannya sesuai tuntunan agama, maka akan mendapatkan keduanya yaitu dunia dan akhirat.
“Ada hadis yang menyebut bahwa bekerjalah seakan-akan hidup selamanya, itu tidak benar. Kita harus bekerja untuk meraih kenikmatan dunia dan akhirat,” tandas Prof Quraish.
Doktor jebolan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini berpesan untuk tetap bekerja sekuat tenaga. Namun, perlu menyandarkan segala target dalam hidup kepada Tuhan.
Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua