Probolinggo, NU Online
Meskipun banyak kader NU yang dipinang oleh kedua pasangan calon presiden (capres) yang akan bertarung dalam pemilihan presiden (pilpres) pada 9 Juli mendatang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan bahwa NU tidak berpolitik praktis sesuai dengan khittah NU 1926. <>
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH. Moh . Hasan Mutawakkil Alallah di Probolinggo Jum’at (23/5). Meskipun demikian, NU tidak pernah melarang kadernya yang berkiprah di dunia politik.
“Saya tegaskan bahwa NU tetap tidak berpolitik praktis. Jangan sampai ada elite politik NU terutama di Jawa Timur yang mengatasnamakan NU mendukung capres ini maupun capres itu. Kalau cuma secara pribadi silahkan saja,” ungkapnya.
Menurut Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan Kabupaten Probolinggo ini, sah-sah saja ketika kader NU terlibat dalam politik. Sebab hal itu merupakan hak asasi warga negara. Tetapi dukungan itu merupakan dukungan pribadi bukan atas nama lembaga atau organisasi.
“Terlebih hingga saat ini PBNU tidak menginstruksi apapun dalam pilpres tahun ini. Namun yang jelas, NU akan tetap berpegang kepada khittah NU tahun 1926 yaitu tidak terlibat dalam politik praktis,” jelasnya.
Kiai Mutawakkil menegaskan selama tidak mengatasnamakan organisasi tidak ada masalah bagi kader NU terlibat dalam politik. Tetapi ketika disinggung secara pribadi kemana arah dukungannya dalam pilpres mendatang, Kiai Mutawakkil enggan membeberkannya. Bahkan ia memilih mengalihkan pembicaraan. (Syamsul Akbar/Anam)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
4
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
5
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
6
Standar Ganda Sekutu dalam Perang Israel-AS vs Iran
Terkini
Lihat Semua