Daerah

Rais Syuriah PWNU Aceh Dorong Nahdliyin Pidie Jaya Bangun Kemandirian 

NU Online  ·  Ahad, 17 Mei 2026 | 20:30 WIB

Rais Syuriah PWNU Aceh Dorong Nahdliyin Pidie Jaya Bangun Kemandirian 

Waled NU bersama jajaran PWNU Aceh menghadiri Konfercab IV PCNU Pidie Jaya, Sabtu (16/5/2026). (Foto: PCNU Pidie Jaya)

Pidie Jaya, NU Online

Rais Syuriah PWNU Aceh yang akrab disapa Waled NU mendorong warga Nahdlatul Ulama membangun kemandirian organisasi dan ekonomi umat. Hal ini diungkapkannya dalam Konfercab IV PCNU Pidie Jaya yang digelar di aula Kampus STIS Ummul Ayman Pidie Jaya, Sabtu (16/5/2026).


Dalam arahannya, Waled NU menegaskan kepemimpinan NU ke depan harus mampu menjaga marwah jamiyah sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap Konfercab tersebut dapat melahirkan pemimpin baru yang amanah dan memiliki tanggung jawab besar terhadap organisasi.

 

“Kalau tidak lebih baik dari sebelumnya, minimal seperti yang dulu, jangan sampai turun ke bawah,” ujarnya di hadapan peserta konferensi.


Menurutnya, NU tidak cukup hanya besar secara jumlah jamaah, tetapi juga harus kuat dalam tata kelola organisasi, solidaritas kader, dan kemandirian ekonomi umat. Oleh karena itu, Waled NU mengingatkan agar para calon pemimpin organisasi benar-benar siap mengemban amanah demi keberlangsungan jamiyah.


“Hendaknya calon yang terpilih benar-benar bertanggung jawab demi manajemen organisasi yang lebih baik,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Waled NU juga menyinggung pola pikir sebagian masyarakat yang menurutnya masih terbiasa menjadi penerima bantuan. Ia berharap warga nahdliyin, khususnya kalangan teungku, mulai membangun budaya memberi dan memberdayakan masyarakat.

 

“Kita teungku atau warga NU jangan selalu menjadi penerima sedekah atau teuh, tetapi harus menjadi pemberi atau heuh,” ujarnya.


Menurutnya, perubahan pola pikir tersebut penting agar NU mampu tampil sebagai kekuatan sosial yang mandiri dan berdaya saing di tengah masyarakat.

 

Untuk mendukung hal tersebut, Waled NU mendorong penguatan lembaga filantropi NU melalui LAZISNU. Ia menilai keberadaan lembaga tersebut penting sebagai instrumen penghimpunan dan penyaluran bantuan umat secara profesional dan tepat sasaran.


“Melalui LAZISNU kita bisa membangun kekuatan sosial umat dan membantu masyarakat secara lebih terorganisir,” katanya.

 

Ia juga mengajak warga nahdliyin membangun semangat “mina lana” atau dari kita untuk kita sebagai dasar memperkuat organisasi. “Harus kita bangun semangat mina lana, dari kita dan untuk kita,” ujarnya.


Menurutnya, kekuatan NU akan tumbuh apabila seluruh warga nahdliyin memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam membesarkan organisasi serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.

 

Selain itu, Waled NU berharap Konfercab berlangsung damai dan penuh kekeluargaan. Ia menilai musyawarah dalam organisasi harus dijadikan sarana memperkuat ukhuwah dan konsolidasi, bukan sebaliknya menimbulkan perpecahan.


“Konfercab harus menjadi ruang memperkuat persatuan dan keberkahan jamiyah,” katanya.


Konfercab IV PCNU Pidie Jaya turut dihadiri Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, Rais Syuriah PWNU Aceh Waled Nuruzzahri (Waled NU), Mustasyar PWNU Aceh Abu Tanjong Bungong, Waled Kiran, unsur Forkopimda, pengurus PCNU Pidie Jaya masa khidmat 2020-2025, serta Ketua PCNU Pidie beserta rombongan dan tamu undangan lainnya.


Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat konsolidasi organisasi menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 1-5 Agustus 2026.

 

Waled NU berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa NU Pidie Jaya semakin aktif dalam pelayanan sosial, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.


“NU harus terus hadir memberi manfaat bagi umat dan menjaga persatuan masyarakat,” pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang