Ribuan Orang Diijazahi Cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
NU Online · Sabtu, 22 Juni 2013 | 06:16 WIB
Cirebon, NU Online
Sekitar seribu orang yang terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat umum dari sekitar Cirebon bahkan luar kota berkumpul untuk menyambut kedatangan Syekh Fadil Al-Jailani, keturunan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang berasal dari Turki. Mereka mulai berkerumun seusai melakukan shalat Jum’at dan bersiap untuk mengikuti ijazah ‘aamah di Ma’had Al-Ghadier pesantren Kempek Cirebon. Jum’at (21/6).
<>
Pengasuh pesantren Kempek Cirebon, KH Musthofa Aqil mengungkapkan bahwa pelaksanaan ijazah ini berisi ijab qabul yang biasa diberlakukan dalam tradisi pesantren untuk mendapatkan keberkahan.
“Setelah Syekh Faddhil memberikan sambutan, nanti para hadirin akan mendapatkan ijazah langsung dari Beliau, ijazah ini selain bertujuan untuk mendapatkan keberkahan juga merupakan suatu sarana pengabsahan mengenai kebersambungan sanad untuk memelajari kitab-kitab karangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dan ijazah untuk menyambungkan garis keilmuan seperti ini merupakan tradisi pesantren yang baik,” jelas kiai Musthofa.
Pelaksanaan ijazah dibawakan langsung oleh Syekh Fadhil Al-Jailani, pertama-tama keturunan salah satu tokoh besar Islam ini mengajak peserta untuk bertaubat dan beristighfar, kemudian mereka diminta untuk mengangkat tangan kanan dan dilangsungkan sebuah pelafalan ijab dan qabul, hingga kemudian Syekh Fadhil mengucapkan “Ajaztukum!” yang secara serentak dijawab oleh peserta dengan ucapan “Qabilna!” selama tiga kali berturut-turut.
Syekh Fadhil Al-Jailani menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk berkeliling dunia dalam rangka menelusuri ribuan manuskrip karya Syekh Abdul Qadir AL-Jailani yang terpencar dan hilang. Kunjungan ke pesantren Kempek Cirebon ini merupakan kali kedua setelah sekitar dua tahun yang lalu melakukan hal yang sama.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Sobih Adnan
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua