Nasional

Serangan Israel pada Jumat Tewaskan 2 Warga Palestina, Total 618 Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata

NU Online  ·  Jumat, 27 Februari 2026 | 21:30 WIB

Serangan Israel pada Jumat Tewaskan 2 Warga Palestina, Total 618 Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata

Korban warga Palestina akibat serangan Israel pada Jumat (27/2/2026). (Foto: WAFA)

Jakarta, NU Online

Dua warga sipil Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pesawat tak berawak (drone) milik militer Israel yang menyasar sebuah taman umum di wilayah timur Kota Gaza pada Jumat (27/2/2026). 


"Dua jenazah dan empat orang yang terluka tiba di Rumah Sakit Baptis Al-Ahli setelah sebuah drone membombardir kerumunan warga sipil di dalam Taman al-Mahatta di lingkungan Tuffah, sebelah timur Kota Gaza," demikian pernyataan dari Anadolu Agency, dikutip NU Online pada Jumat (27/2/2026).


Kantor berita resmi Palestina, WAFA, menambahkan bahwa situasi di lokasi kejadian sangat mencekam karena serangan tersebut diarahkan ke area terbuka yang tengah dipenuhi oleh penduduk setempat yang mencari udara segar. 


"Saksi mata menyebutkan bahwa area tersebut sedang dipenuhi oleh warga sipil, termasuk anak-anak, yang mencoba mencari ruang terbuka di tengah kehancuran kota," dikutip NU Online pada Jumat (27/2/2026).


Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu, Militer Israel mengklaim bahwa serangan dilakukan sebab warga Palestina di Gaza selatan melanggar "garis kuning" dan diduga mendekati posisi mereka. 


"Pasukan menembak dan membunuhnya untuk menghilangkan ancaman," kata pernyataan tersebut.


​Sebagai informasi, "Garis Kuning" yang dimaksud adalah batas sementara yang ditetapkan di bawah perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Batas ini memisahkan area di mana pasukan Israel ditempatkan (sekitar 53 persen wilayah Gaza) dari area barat di mana warga Palestina dapat bergerak.


Namun pada kenyataannya, TRT World melaporkan bahwa serangan serupa juga terjadi di wilayah Gaza tengah yang menyasar warga sipil di atas kendaraan elektrik. Hal tersebut mempertegas betapa rapuhnya kondisi keamanan Gaza saat ini. 


"Jenazah para korban dibawa ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah setelah serangan menghantam sebuah sepeda listrik di dekat desa Al Masdar," dikutip NU Online dari TRT World, pada Jumat (27/2/2026).


Eskalasi ini menambah panjang daftar korban jiwa di wilayah kantong tersebut meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025 lalu. 


Mengutip Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa setidaknya 618 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 1.660 lainnya luka-luka.


Berikut adalah infografis dari Al-Jazeera yang bersumber dari Kementerian Kesehatan Palestina dan Kantor Media Pemerintah Gaza per 25 Februari 2026:


​Data Korban Sejak Gencatan Senjata (Dimulai 10 Oktober)

​Laporan ini mengonfirmasi adanya eskalasi berkelanjutan meskipun kesepakatan "gencatan senjata" telah diupayakan:

  • Tewas: Sebanyak 618 warga Palestina tewas sejak dimulainya periode gencatan senjata tersebut.
  • Luka-luka: Sebanyak 1.663 warga Palestina tercatat mengalami luka-luka dalam periode yang sama.


Data Kumulatif Korban di Gaza (7 Oktober 2023 – 25 Februari 2026)

  • ​Korban Jiwa: Setidaknya 72.082 warga Palestina telah tewas, dengan ribuan lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan. Angka ini merepresentasikan 1 dari setiap 33 orang di Gaza telah terbunuh.
  • Korban Luka: Setidaknya 171.761 warga Palestina terluka, di mana banyak di antaranya menderita luka yang mengubah hidup secara permanen. Hal ini berarti 1 dari setiap 14 orang di Gaza telah mengalami cedera.


​Data ini menyatakan bahwa angka kematian dan cedera terus bertambah secara signifikan di seluruh wilayah Jalur Gaza, mulai dari Gaza Utara hingga Rafah di Selatan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang