Serikat Buruh dan Pekerja Kunjungi PBNU Sampaikan Persoalan RUU Omnibus Law
NU Online · Kamis, 27 Februari 2020 | 14:10 WIB
Kunjungan ini untuk meminta masukan terkait persoalan RUU Omnibus Law Cipta Kerja Bidang Ketenagakerjaan.
Presiden DPP K-Sarbumusi, Syaiful Bahri Ansori menyatakan bahwa isi RUU Omnibus Law Cipta Kerja Bidang Ketenagakerjaan sangat merugikan para buruh. Serikat buruh dan pekerja pun disebutnya menolak isi RUU yang ada tersebut dan meminta direvisi.
Namun, pihaknya mengaku tidak memiliki kekuatan untuk meminta pemerintah agar merevisinya, sehingga perlu adanya masukan dan dukungan dari ormas keagamaan, termasuk PBNU.
"Kita butuh masukan orang tua yang membimbing kita, maka kita butuh ketemu dengan Kiai Said (Ketua Umum PBNU) bagaimana sikap kita," katanya.
Di antara pasal yang dipersoalkan pada RUU tersebut ialah terkait pengaturan Tenaga Kerja Asing (TKA), Upah Minimum Provinisi (UMP), Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Menurutnya, RUU yang ada tidak memiliki keberpihakan kepada kesejahteraan buruh dan lebih berpihak kepada pengusaha.
Ia berharap, pemerintah mau merevisi RUU yang ada dengan melibatkan buruh. Menurutnya, kalau ruu yang ada seperti sekarang ini disahkan, maka pemerintah mendzalimi buruh.
"Kalau disahkan, pemerintah dzalim ke buruh. Kita harapkan agar RUU ini direvisi," ucapnya.
Senada dengan Syaiful, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyatakan bahwa sejumlah pasal pada RUU Omnibus Law Cipta Kerja Bidang Ketenagakerjaan mendegradasi hak-hak buruh.
"Kami berharap dengan suara beliau (Kiai Said), nanti bisa membantu memperjuangkan kami," ucapnya.
Merespons laporan dari gabungan serikat buruh dan pekerja, Kiai Said menyatakan bahwa pada prinsipnya, PBNU mendukung buruh kalau rancangan regulasi yang ada merugikan buruh.
"Siapa pun pihak yang akan dirugikan oleh undang-undang, baik itu masalah buruh, masalah pajak, masalah apa aja. Setiap ada yang merugikan rakyat, saya belain (rakyat)," kata Kiai Said.
Pewarta: Husni Sahal
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
5
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
6
Maroko Lawan Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026, Ulangan Semifinal di Qatar 2022
Terkini
Lihat Semua