Jakarta, NU Online
Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Jakarta Nia Elvina, S.Sos, M.Si mengemukakan bahwa RUU Kesetaraan Gender lebih banyak pada semangat untuk mengembangkan nilai-nilai liberalisme.
<>
"Jadi, semangatnya sebenarnya bukan semangat yang tumbuh dari nilai-nilai bangsa kita sendiri," katanya di Jakarta, Rabu pagi.
Ia mengaku perlu memberikan ulasan mengenai RUU Kesetaraan Gender karena anggota legislatif tidak mengerti hal-hal yang paling fundamental yang harus segera dicermati dan disahkan untuk mendukung perwujudan keadilan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.
Menurut dia, jika dicermati argumentasi mendasar yang selalu diungkapkan oleh kalangan yang mendukung segera terwujudnya UU Kesetaraan Gender itu adalah bahwa laki-laki melakukan penindasan terhadap perempuan.
"Mereka lupa bahwa realitas sosial yang berkembang adalah yang tertindas tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki atau dalam terma sosiologi adalah kelas bawah," katanya.
Atau dengan kata lain, kata Sekretaris Program Studi Ilmu Sosiologi Unas itu, yang tertindas adalah kelas bawah, baik itu perempuan maupun laki-laki, misalnya di kalangan petani miskin, nelayan miskin, atau para pedagang kaki lima miskin.
"Yang benar adalah kelas atas baik laki-laki atau perempuan melakukan penindasan terhadap kelas bawah," katanya.
Nia Elvina merujuk pada kasus penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) misalnya, tidak jarang juga dilakukan oleh perempuan kelas atas.
Untuk itu, dirinya meminta agar RUU tersebut perlu dicermati lagi.
Ia mendesak DPR sebaiknya tidak perlu membahas atau mengesahkan RUU Kesetaraan Gender.
"Lebih baik energi mereka lebih difokuskan kepada RUU yang memang sangat krusial untuk membangun bangsa Indonesia ini, misalnya RUU Pertanahan dan RUU tentang Desa," katanya.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Dijual Setan Muktamar
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua