Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta memantapkan persiapan Wisuda Sarjana (S1) ke-3 yang kali ini akan digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada tanggal 7 Mei 2014 pukul 08.00 WIB.
<>
āDiwajibkan kepada seluruh calon wisudawan dan wisudawati hadir sebelum waktunya di lokasi agar penyelenggaraan wisuda berjalan baik,ā kata Ketua Panitia Wisuda Arif rahman di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Rabu (30/4) sore.
Sementara itu, Ketua STAINU Jakarta HM Mujib Qulyubi mengingatkan kepada calon wisudawan dan wisudawati bahwa inti dari wisuda adalah bersyukur dan bertanggung jawab. āBukan hanya dilihat sekadar seremoni saja, tapi kita bersyukur kepada Allah sekaligus bertanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk masyarakat luas,ā tutur Kiai Mujib, panggilan akrabnya.
Dalam proses wisuda nanti, lanjut Mujib, calon wisudawan dan wisudawati supaya mengikuti acara dengan khusyu dan khidmat. Dia juga mengingatkan bahwa sehari sebelum acara wisuda dimulai agar menggelar doa dan Istighotsah di tempat masing-masing secara berkelompok.
āHal ini dalam rangka menjaga tradisi keislaman kita, dilakukan secara pribadi silakan, tapi lebih baik secara bersama-sama,ā tandas Kiai yang juga Katib Syuriah PBNU ini. Dia juga menuturkan bahwa wisuda I berjalan dengan baik, begitu juga dengan wisuda II, dan wisuda III kali ini harus lebih baik lagi.
Proses pemantapan ini dihadiri oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati STAINU Jakarta dari Prodi PAI dan Perbankan Syariah, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (Kaprodi PAI) STAINU Jakarta Imam Bukhori, dan Sekretaris Panitia Wisuda Dede Setiawan.
Dipastikan juga oleh panitia bahwa acara wisuda nanti akan dihadiri diantaranya oleh Ketua UmumĀ PBNU KH Said Aqil Siroj, Menperra H Djan Faridz, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dit. Lemkerma Ditjen Dikti) Kemendikbud RI Prof H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua