Nasional

Tata Cara Sholat Idul Fitri, Lengkap dengan Niat dan Artinya

NU Online  Ā·  Selasa, 26 April 2022 | 12:00 WIB

Tata Cara Sholat Idul Fitri, Lengkap dengan Niat dan Artinya

Ilustrasi. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU OnlineĀ 

Salah satu anjuran umat Muslim pada hari Idul Fitri adalah melaksanakan shalat id. Hukum shalat ini adalah sunnah muakkadah (sangatĀ Ā dianjurkan) sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah. Rasulullah selalu melaksanakannya hingga beliau wafat dan dilanjutkan oleh umatnya sampai sekarang.

 

Secara umum syarat dan rukun shalat Idul Fitri sama sebagaimana shalat fardhu lima waktu. Hanya, ada beberapa tambahan tekins yang sifatnya sunnah. Waktu shalat dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu shalat dhuhur.

 

Berbeda dari shalat Idul Adha yang dianjurkan mengawalkan waktu untuk memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat id, shalat Idul Fitri disunnahkan memperlambatnya. Hal ini untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.

 

Berikut adalah tata cara shalat Idul Fitri sebagaimana pernah dipublikasikan NU Online dalam tulisan berjudul Tata Cara Shalat Idul Fitri.

 

1. Pertama adalah niat shalat Idul Fitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar), dan disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya. Berikut lafal niatnya,

 

Ų£ŁŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŁŠ Ų³ŁŁ†Ł‘ŁŽŲ©Ł‹ Ł„Ų¹ŁŁŠŁ’ŲÆŁ اْلفِطْرِ Ų±ŁŽŁƒŁ’Ų¹ŁŽŲŖŁŽŁŠŁ’Ł†Ł (Ł…ŁŽŲ£Ł’Ł…ŁŁˆŁ’Ł…Ł‹Ų§/Ų„ŁŁ…ŁŽŲ§Ł…Ł‹Ų§) لِلّٰهِ ŲŖŁŽŲ¹ŁŽŁ€Ł€Ų§Ł„ŁŽŁ‰Ā 

 

UshallĆ® sunnatan li ā€˜Ć®dil fithri rak’ataini ma’mĆ»man (jika jadi imam pakai ā€œimamanā€) lillĆ¢hi ta’âlâ 

 

Artinya: ā€œAku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.ā€Ā 

 

2. Membaca doa ifititah, kemudian disunnahkan untuk tabir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela tiap takbir dianjurkan untuk membaca lafal berikut,

 

Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł Ų£ŁŽŁƒŁ’ŲØŁŽŲ±Ł ŁƒŁŽŲØŁŁŠŲ±Ł‹Ų§ŲŒ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų­ŁŽŁ…Ł’ŲÆŁ لِلّٰهِ ŁƒŁŽŲ«ŁŁŠŲ±Ł‹Ų§ŲŒ ŁˆŁŽŲ³ŁŲØŁ’Ų­ŁŽŲ§Ł†ŁŽ اللهِ ŲØŁŁƒŁ’Ų±ŁŽŲ©Ł‹ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲµŁŁŠŁ„Ł‹Ų§Ā 

 

Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla

 

Artinya: ā€œAllah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.ā€Ā 

 

Atau bisa juga lafal ini,Ā 

Ų³ŁŲØŁ’Ų­ŁŽŲ§Ł†ŁŽ اللهِ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų­ŁŽŁ…Ł’ŲÆŁ لِلّٰهِ ŁˆŁŽŁ„Ų§ŁŽ Ų„ŁŁ„Ł°Ł‡ŁŽ Ų„ŁŁ„Ų§ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł„Ł‡Ł Ų£ŁŽŁƒŁ’ŲØŁŽŲ±ŁĀ 

 

Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar

 

Artinya: ā€œMaha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.ā€Ā 

 

3. Membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu disunnahkan untuk membaca surat Al-A’la, lalu dilanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.Ā 

 

4. Setelah takbir untuk berdiri rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah. Lalu lanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.Ā 

 

5. Selesai salam, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib terlebih dulu, jangan dulu beranjak dari tempat.Ā 

 

Kontributor: Muhamad Abror
Editor: AizĀ Luthfi

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang