Tujuh Menteri NU Diharap Bantu Berdayakan Warga
NU Online · Rabu, 5 November 2014 | 09:06 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap tujuh menteri yang memiliki latar belakang NU turun mendorong kemajuan komunitas NU yang selama Orde Baru dipinggirkan dan dimarginalkan sehingga potensinya tidak bisa berkembang dengan maksimal. <>
“Tidak ada menteri yang secara resmi diusulkan oleh PBNU, tetapi diantara menteri tersebut ada beberapa yang merupakan warga NU. Kita doakan mereka dapat kekuatan lahir batin untuk menjalankan amanah yang sangat berat itu dan jangan lupa atas warga NU dan bangsa pada umumnya,” katanya, Rabu.
Para menteri yang berlatar belakang NU diantaranya adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ketua umum Muslimat NU), Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (mantan pengurus Lakpesdam NU), Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (PKB), Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jakfar (PKB), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (PKB), Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir (pengurus Ikatan Sarjana NU) dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (pengurus PWNU Yogyakarta).
Ia menambahkan, presiden SBY telah memberi perhatian yang cukup besar terhadap pemberdayaan warga NU, diantaranya upaya pendirian 23 Universitas NU di seluruh Indonesia.
“Kita dengan pak SBY, terima kasih banyak, antara lain berdirinya Universitas NU sampai 23 ini berkat perintah Pak SBY kepada Pak Nuh (mendikbud),” tandasnya.
Tentunya, Kiai Said berharap program-program pemberdayaan warga NU tersebut dapat terus dilanjutkan dalam pemerintahan saat ini. Ia menegaskan, NU siap diajak bekerjasama dalam berbagai program pemberdayakan masyarakat.
“Saya jamin, kalau program pemerintah ngajak kader NU, insyaallah beres. Karena kita kalau bekerja sungguh-sungguh, kita biasa kerja bakti,” tandasnya. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua