Wabah Covid-19 di Indonesia: Menurun, Terkendali, atau Hampir Selesai?
NU Online · Kamis, 16 April 2020 | 08:19 WIB
Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dr Syahrizal Syarif menguraikan kecenderungan wabah di beberapa negara. Ada yang kecenderungannya menurun, terkendali, bahkan wabah hampir selesai.
Syahrizal mengungkapkan pengamatannya bahwa saat ini 120 negara dari 210 negara yang terjangkit kecenderungan diambil dari yang paling atas yaitu Amerika Serikat lalu ke bawah.
“Berita baiknya, 72 persen negara saat ini berada dalam situasi wabah menurun (28 persen) , wabah terkendali (32 persen), dan wabah hampir selesai (11 persen),” jelas Syahrizal, Kamis (16/4) di Jakarta.
Sayangnya, menurut dia, Indonesia termasuk ke dalam 34 negara (28 persen) di mana wabah belum mencapai puncak bersama Turki, Rusia, India, Jepang, Singapura, dan lain-lain.
“Kemungkinan (wabah Covid-19) selesai 4 bulan hingga 5 bulan ke depan,” kata pria yang pernah bergabung dalam Tim Pakar Nasional pengkajian virus SARS di China tahun 2003 silam.
Syahrizal memaparkan, negara di mana wabah hampir selesai yaitu 13 negara yaitu di antaranya Vietnam, Thailand, Australia, New Zealand, dan Hongkong.
“Tentunya China dan Korea Selatan. Austria sudah mulai membuka sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Sebelumnya, pria yang juga Ketua PBNU Bidang Kesehatan ini mengatakan bahwa jika angka penurunan dari kasus Covid-19 di Jakarta bisa berkurang dalam 20 hari ke depan, maka bisa diprediksi akhir April 2020 akan terjadi penurunan kasus di Jakarta.
Menurutnya, ada prediksi yang pesimis dan ada yang optimis. Yang optimis memprediksi akan selesai pada bulan April. Tentu harapan tersebut tergantung efektivitas penerapan program PSBB yang sudah berjalan sejak 10 April lalu.
PSBB yang diberlakukan di Jakarta dalam 14 hari ke depan akan berdampak pada pergerakan orang bisa mencapai 20 persen. Saat ini Bodetabek juga menerapkan PSBB sehingga menurut Syahrizal, bisa mengurangi pergerakan orang sebesar 80 persen.
"Kebijakan PSBB adalah upaya untuk membuat orang diam di rumah, namun jika melihat kondisi sekarang, seberapa jauh penanganan Covid-19 di pulau Jawa, jauh lebih penting bagaimana pemerintah melakukan upaya memisahkan yang sehat dan yang sakit," terang Syahrizal.
Namun, ia menekankan bahwa seluruh kebijakan pemerintah dalam mencegah wabah virus corona akan menuai keberhasilan jika terus dilakukan pemantauan dan pengawasan.
Pewarta: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua