Jakarta, NU Online
Masuknya ajaran dan orang-orang Wahabi ke Indonesia tidak perlu dimusuhi. Mereka dengan ajaran yang dibawa memang cenderung mengetengahkan perselisihan dan keresahan di masyarakat. Karenanya, mereka perlu bimbingan dan pelurusan dari para kiai ahlussunnah wal jamaah di Indonesia.
<>
Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat Nahdlatu Ulama (PP Hidmat NU) Hj Mahfudzoh Ali Ubaid kepada NU Online di teras Kantor PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) sore.
“Hanya saja bimbingan untuk mereka bersifat khusus mengingat mereka sudah merasa benar sendiri,” kata Hj Mahfudzoh yang juga putri pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah.
Warga NU terutama para kiai, sambung Hj Mahfudzoh, harus meluruskan Wahabi dari kekeliruan memahami agama dan bersikap sebagai seorang muslim. Kita bisa memperlakukan mereka dengan kelembutan.
Mereka harus sering disilaturahmikan. HJ Mahfudzoh menyatakan, memang meluruskan dan membenahi mereka sangat membutuhkan keuletan dan kesabaran. Rasulullah sendiri bisa berhasil karena akhlakul karimah (perilaku terpuji).
Walisongo sendiri dalam waktu 50 tahun dapat menyebarkan agama Islam dengan silaturahmi. Orang yang minum-minum, diluruskan secara perlahan. Untuk meluruskan Wahabi, tidak ada kata terlambat, tegas HJ Mahfudzoh.
Ketika ditanya perihal teknik bimbingan itu, Hj Mahfudzoh menjawab bahwa silaturahmi masih menjadi pendekatan efektif. Silaturahmi bisa dikemas dengan mengatur pertemuan untuk mengkaji "Hubbul wathon minal iman," (Cinta tanah air bagian dari keimanan kepada Allah).
Poin saya, lanjut HJ Mahfudzoh, kita tidak boleh saling memusuhi, menyerang, saling membantah hanya karena perbedaan pandangan.
Penulis: Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
4
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
5
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
6
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
Terkini
Lihat Semua