Cirebon, NU Online
Ribuan jama’ah menghadiri malam puncak peringatan haul KH Muhammad Said dan sesepuh pesantren Gedongan Cirebon, jama’ah yang terdiri dari wali santri, alumni, dan masyarakat umum ini sudah mulai memadati jalan masuk komplek pesantren semenjak Sabtu sore (11/5).<>
Seperti tahun-tahun sebelumnya, malam puncak peringatan haul ini dipusatkan di panggung utama yang terletak di halaman masjid agung Baitussuada pesantren Gedongan, dengan rangkaian acara berupa sambutan-sambutan oleh kiai sepuh, utusan pemerintah, tokoh masyarakat, serta ditutup dengan ceramah keagamaan.
Menurut Aghust Muhaimin, sekretaris panitia haul pesantren Gedongan Cirebon, sudah menjadi tradisi bahwa malam puncak peringatan haul dijadikan media silaturrahmi bagi para alumni dan masyarakat umum dengan para kiai pesantren. Selain itu, haul juga dinilai sebagai sarana untuk mengambil berkah dan memelajari sikap-sikap teladan para pendiri pesantren yang sudah tiada.
“Alumni dan masyarakat menjadikan haul sebagai sarana silaturrahmi kepada para kiai, dan juga sebagai tempat berkumpul kembalinya antar alumni yang pernah menimba ilmu di sini. Tapi yang paling penting adalah peringatan haul harus dijadikan sebagai media refleksi dan mengenang jasa-jasa pendiri pesantren yang telah pergi,” jelas Aghust.
Peringatan haul KH. Muhammad Said yang ke-82 ini dihadiri juga oleh beberapa tokoh nasional, di antaranya adalah Drs. H. Helmi Faisal Zaini, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan sang raja dangdut H. Rhoma Irama.
Sebelumnya, pesantren Gedongan Cirebon juga telah menggelar beberapa acara yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan haul, antara lain pengobatan gratis untuk masyarakat, bahtsul masail, kontes genjring antar pesantren, serta ziarah akbar ke makbarah KH. Muhammad Said dan sesepuh pesantren lainnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Sobih Adnan
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua