Probolinggo, NU Online
Ilmu Nahwu dan Shorof adalah kunci pertama untuk dapat memahami literatur dan khazanan tradisi Islam, Al-Qurāan, hadits, dan segala macam ilmu penunjangnya.
<>
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Probolinggo Abd. Rohman Nabrowi. Menurutnya, awalnya seseorang akan merasa kesulitan untuk belajar Nahwu dan Shorof. Tetapi jika menggunakan metode yang tepat, maka kesulitan tersebut akan dapat diatasi dengan baik.
āSeseorang jangan pernah bilang paham terhadap agama Islam jika dirinya tidak paham terhadap Nahwu dan Shorof. Pemahaman terhadap Al-Qurāan dan hadits berawal dari kedua ilmu alat tersebut,ā jelasnya pada NU Online, Jumāat (25/1).
Melihat kenyataan tersebut, maka dirinya menciptakan sebuah metode tercepat untuk membaca, menterjemah dan memahami kitab kuning pada 40 jam. Orang yang sama sekali tidak bisa nahwu shorof akan mudah memahaminya dengan menggunakan metode Al-Ghooyah (puncak) dengan 40 jam sudah bisa.
āInsya Allah dalam waktu 40 jam sudah bisa menguasai nahwu shorof yang dibagi dalam dua waktu. Untuk 20 jam pertama, peserta sudah bisa menterjemah. Sementara 20 jam selanjutnya sudah bisa membaca tanpa harokat dengan sistem pembelajaran pendekatan istiqroāi yang artinya bedah kasus melahirkan teori. Uniknya, teori ini adalah tanpa hafalan,ā jelasnya.
Tetapi menurut Rohman, metode Al-Ghooyah ini baru dikembangkan diluar daerah dan belum dilakukan di Kabupaten Probolinggo.Ā
Tahun 2012 lalu, metode ini sudah diterapkan di Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Pamekasan yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. Selanjutnya tahun 2013, metode ini rencananya akan merambah ke daerah Malang dan Jember.
āSementara kami mencoba menerapkannya ke luar daerah dahulu dan biar masyarakat yang menilai hasilnya. Jika memang nanti benar-benar dibutuhkan, maka metode ini akan diterapkan di Kabupaten Probolinggo. Metode ini dilakukan dengan jalan mengiqroākan dari menit pertama dengan menggunakan Al-Qurāan agar cepat dalam belajar,ā terangnya.
Menurut Rohman, metode ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan orang dalam membaca tulisan tanpa harokat. Selain itu untuk memahami konsep-konsep agama dengan benar yaitu Al-Qurāan dan As-Sunnah dengan memahami nahwu shorof mutlak.Ā
āKalau mereka tidak paham terhadap kaidah membaca, menterjemah dan memahami Al-Kitab (Al-Qurāan, red) maka sesat menyesatkan,ā tegasnya.
Dikatakan Rohman, metode ini diharapkan mampu membangun masyarakat muslim dan muslimin paripurna yang bisa membumikan pemahaman Al-Kitab dan As-Sunnah dengan baik, benar dan cepat.Ā
āTargetnya, seluruh masyarakat muslim dan muslimin dari anak-anak, dewasa sampai orang tua mampu membaca, menterjemah dan memahami nahwu shorof dengan baik,ā pungkasnya.
Redaktur Ā Ā : Hamzah Sahal
Kontributor Ā : Syamsul Akbar
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Menembus Pelosok Ende, Relawan NU Peduli Salurkan Bantuan untuk 168 KK yang Masih Bertahan di Tenda
6
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
Terkini
Lihat Semua