Sleman, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah-Syafi’iyyah Situbondo KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mengatakan, ladang garapan pesantren tidak saja seputar bisa ngaji dan membaca Al-Qur’an. Akan tetapi pesantren juga merupakan agen perubahan di bangsa ini.<>
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara seminar nasional dan temu alumni Salafiyyah-Syafi’iyyah yang keseratus tahun atau 1 abad. Kegiatan diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Alumni Salafiyyah Syafi’iyyah Yogyakarta (Kamasta) di Convention di Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (21/03).
Bahkan, dia menambahkan, pesantren adalah wadah terbesar yang melahirkan tokoh-tokoh bangsa Indonesia. Dalam hal inilah, menurutnya, pesantren telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan.
Seminar nasional yang mengangkat tema “Peran Pesantren dalam Mewujudkan Karakter Bangsa”. Sementara itu acara temu alumni diselenggarakan di tempat terpisah, di Kaliurang Yogyakarta.
“Ikatan alumni Kamasta ini jangan sampai mengkoptasi kreativitas kalian di sini. Tapi jadikanlah ini sebagai pengikat spiritual,” ungkap Azaim, menutup pemaparannya di tengah kurang lebih 300 audien yang hadir.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
6
Terima Kunjungan Gus Yahya, Kiai Kafabih Lirboyo Sampaikan Pesantren Harus Turun Tangan agar NU Lebih Baik
Terkini
Lihat Semua