Menaraku, Menara Kita, Menara-Nya
NU Online · Sabtu, 28 September 2013 | 04:30 WIB
Menaraku, menara kita, menara-Nya,
Kulihat dengan mata dhohirku yang lemah ini
Berbeda dengan menara-menara elit di dunia
Kau hanyalah setumpuk batu bata yang menggambarkan kesederhanaan
Seonggok bangunan kuno<>
Yang memang kebetulan jadi lakon sejarah wali yang bersahaja
Sebuah bukti bahwa dulu, toleransi pernah dijunjung tinggi
Satu dari jutaan keajaiban dunia yang tidak, bahkan takkan pernah tercatat resmi
Badanmu penuh torehan ornamen-ornamen asing
Sangat kontras dengan identitas dan sifat penciptamu
Menandakan bahwa penciptamu adalah seorang yang gagah berani
Memiliki cita-rasa seni, Menjunjung tinggi toleransi
Menaraku, menara kita, menara-Nya
Masih tegap berdiri walau sudah bermesraan dengan sang waktu begitu lama
Tahun-tahun berubah menjadi dekade, dekade-dekade pun lenyap berganti abad
Dan kini, sudah lebih dari lima Abad engkau berdiri
Berdiri dalam keheningan yang meneduhkan
Keteduhan yang menentramkan
Ketentraman yang menyejukkan
Kesejukan yang mencerahkan
Menaraku, menara kita, menara-Nya
Walau hening, teduh, tentram, sejuk dan cerah
Engkau selalu mengajarkankan semangat yang dulu dimiliki oleh penciptamu
Walaupun penciptamu sudah berpulang
Engkau masih saja setia mengajarkan nilai-nilai toleransi
Berabad-abad engkau telah menjadi al-Manar yang berkobar-kobar
Menjelma sebagai mercusuar yang berkoar-koar
Kobaran sinarmu tergambar indah dalam tatanan kultur masyarakat kauman
Koaran semangatmu terukir jelas dalam setiap kajian kitab kuning di surau-surau sekitar
Engkau menaraku, engkaulah yang memperkenalkanku pada diriku sendiri
Engkau menara kita, mengajarkan agar manusia rukun dengan sesamanya
Engkau menaraNya, satu diantara sejuta tanda kauniyah yang dapat diraba dan dirasa
Kudus, 22 September 2013
Â
*Mahasiswa semester VII STAIN Kudus, Aktivis di komunitas sastra Saung Tawon, manager STEC (STAIN English Club) Kudus. Fb: Saekhu El-Manaf Yantasib. Twitter: @kang_eu
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua