Tengah malam tanpa purnama namamu menyeruak
Menghantam ribuan hati yang terluka akan kepergianmu
Meninggalkan berjuta maklumat
yang harusnya menjadi penentram di tengah gundah gulana zaman<>
Tak pantas harusnya diriku yang ceritakan namamu
karena antrian panjang berjejal hanya ingin mengecup kening berkahmu
namun takmampu hati hentikan tarian jemari
menengadahkan doa mengiring kepergian panjang menemui kekasihmu
berjuta umat engkau tinggal dengan gelegar isak getarkan bumi
engkau sendiri tersenyum dalam damai
menitih kembang mayang yang tersampur dileher
anugrah kekhusukanmu
belum setengah hari engkau pergi
rinduku telah menjejel memenuhi langit hati
mengharap tetesan doamu, selalu terlempar untuk sekian ribu umat yang mencintaimu
selamat jalan kiyai
selamat jalan guru
selamat jalan
biar aku haturkan seklumit doaku untukmu
dengan harapan engkau hamburkan doamu untukku
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua