Di usianya yang ke-45, lelaki itu menuliskan sejumlah kata
Pada secarik kertas, yang tergantung bimbang
Di rangkaian kembang. āAku merindukanmu
Seperti merindukan Inne Ratu, dulu
Ketika seluruh langit masih biru"
Saat itu hampir senja, keloneng becak di simpang tiga
Lampu redup sekitar pos ronda, dan sebuah beringin tua
Runtuh di halaman TK. Lelaki itu memandang ke mulut gang
Ke deretan rumah dan madrasah, hingga sebuah kelokan
Yang telah menyembunyikan seseorang
Di usianya yang ke-45, kata-kata yang pernah dirangkainya
Terus bergema di rongga dada, memukul-mukul iga
Di antara batuk dan asma. āAku mencintaimu
Seperti mencintai Inne Ratu, dulu
Ketika merasa tak ada masalah dengan waktuā
Waktu adalah gelanggang olahraga, nampaknya:
Banyak lapangan, banyak permainan, tapi selalu berujung
Pada kalah dan menang. Kemudian lelaki itu berjalan, sendiri
Ke arah stadion, melewati jalan yang remang
Ia bermain sepakbola melawan sepi
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua