membakar sepi
lewat rima puisi
satu, dua, ketukan
mengabu sepi
<>
rindu-rindu beterbangan
tuan dan puan
melepas pandang
menulis kenang
di tubuh sunyi
: namamu
Jakarta, 2012
Di Pasar Surabaya
setelah seharian belanja di pasar, belum juga mendapatkan yang di cari.
selain hingar dan bingar, yang berujung sepi.
aku melihat begitu banyak nama di jajakan di pinggir jalan.
tak kutemukan namamu dalam tumpukan!
Jakarta, 2014Â Â
Ada yang Melompat di Waktu Isya’
empat
lipat
surat
tak beralamat
melompat
secepat
kilat
tepat!
: di Dzat!
Jakarta, 2014
Suara Hati
di malam
kelam
berkalam
dendam
terdengar
hingar
mendebar
getar
: dalam sunyi
tubuhnya sendiri
Jakarta, 2014
Syair Penyair
seperti pisau di bibir
merobek kata pada syair
: berceceran darah penyair
Jakarta, 2014
Serupa Rindu
mati serupa rindu, bertemu yang punya hati adalah waktu yang ditunggu.
Jakarta, 2014
MOH. FAIZ MAULANA, lahir di Paciran, Lamongan, pada 7 Desember 1990. Mahasiswa di STAINU Jakarta. Aktif menulis di beberapa media cetak maupun online. Saat ini mengelola Komunitas Spasi Jakarta, bersama teman-teman yang menggilai dunia sastra dan tulis menulis. Pernah menjadi ketua umum PMII STAINU Jakarta pada tahun 2011-2012.
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
3
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
4
Data Hilal Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H
5
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
6
Refleksi Tahun Baru Hijriah, Saatnya Menagih Tanggung Jawab Pemerintah
Terkini
Lihat Semua