Syariah

Hukum Berkumur dan Sikat Gigi saat Puasa

NU Online  Ā·  Kamis, 16 Juni 2016 | 11:01 WIB

Kebersihan gigi dan mulut merupakan bagian dari keimanan. Demikian halnya dengan aroma mulut yang sedap bagian dari kebaikan itu sendiri. Islam menuntut kebersihan gigi dan mulut umatnya agar bersih dan segar melalui siwak, dan lainnya.

Hanya saja pada saat puasa anjuran untuk membersihkan gigi dan mulut perlu diatur waktunya. Pasalnya, pembersihan gigi dan mulut di siang hari perlu dihindari karena menyalahi keutamaan.

Hal ini disampaikan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain sebagai berikut.

ŁˆŁ…ŁƒŲ±ŁˆŁ‡Ų§ŲŖ Ų§Ł„ŲµŁˆŁ… ثلاثة Ų¹Ų“Ų±: أن يستاك ŲØŲ¹ŲÆ Ų§Ł„Ų²ŁˆŲ§Ł„

Artinya, ā€œHal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur,ā€ (Lihat Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, Cetakan Al-Maarif, Bandung, Halaman 195).

Kenapa bersiwak atau berkumur termasuk makruh. Karena pembersihan mulut di saat puasa merupakan tindakan menyalahi yang utama. Utamanya adalah mendiamkan mulut dan aromanya yang kurang sedap apa adanya. Aroma ini yang lebih disukai Allah di hari Kiamat kelak.

Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam karyanya Isā€˜adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq menyebutkan sebagai berikut.

ŁˆŁŠŁƒŲ±Ł‡ Ų§Ł„Ų³ŁˆŲ§Łƒ ŲØŲ¹ŲÆ Ų§Ł„Ų²ŁˆŲ§Ł„ للصائم لخبر "Ł„Ų®Ł„ŁˆŁ" أي Ł„ŲŖŲŗŁŠŲ± "فم الصائم ŁŠŁˆŁ… Ų§Ł„Ł‚ŁŠŲ§Ł…Ų© أطيب عند الله من Ų±Ų§Ų¦Ų­Ų© Ų§Ł„Ł…Ų³Łƒ".

Artinya, ā€œBagi orang berpuasa, makruh bersiwak setelah zhuhur berdasarkan hadits, ā€˜Perubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Kiamat daripada wangi minyak misik,ā€™ā€ (Lihat Isā€˜adur Rafiq, Cetakan Al-Hidayah, Surabaya, Juz I, Halaman 117).

Untuk itu, pengaturan berkumur dan sikat gigi mesti diatur. Sekurangnya kedua aktivitas itu bisa dilakukan sebelum zhuhur tiba demi mengejar keutamaan. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang