Syariah

Hukum Veneer dan Crown Gigi

NU Online  Ā·  Rabu, 15 November 2023 | 12:00 WIB

Hukum Veneer dan Crown Gigi

Ilustrasi: sehat - anak (freepik).

Veneer gigi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan menempelkan veneer di bagian depan gigi, sedangkan crown adalah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang rusak atau patah.

Kedua model perawatan gigi di atas memiliki beragam tujuan, misalnya tujuan medis untuk memelihara gigi dari kerusakan yang lebih parah, atau menghindari gigi yang keropos supaya tidak mudah patah, atau memperbaiki rongga gigi yang tidak seragam, keruncingan gigi yang tidak wajar, hingga warna gigi yang berubah drastis.

Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap veneer dan crown gigi, apakah kedua jenis upaya medis ini termasuk ke dalam mengubah ciptaan Allah? Sementara Nabi saw pernah bersabda:

Ł„ŁŽŲ¹ŁŽŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų§Ł„Ł’ŁˆŁŽŲ§Ų“ŁŁ…ŁŽŲ§ŲŖŁ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ł…ŁŁˆŲŖŁŽŲ“ŁŁ…ŁŽŲ§ŲŖŁ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ł…ŁŲŖŁŽŁ†ŁŽŁ…Ł‘ŁŲµŁŽŲ§ŲŖŁ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ł…ŁŲŖŁŽŁŁŽŁ„Ł‘ŁŲ¬ŁŽŲ§ŲŖŁ Ł„ŁŁ„Ł’Ų­ŁŲ³Ł’Ł†Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŲŗŁŽŁŠŁ‘ŁŲ±ŁŽŲ§ŲŖŁ Ų®ŁŽŁ„Ł’Ł‚ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł

Artinya, ā€œAllah melaknat wanita-wanita yang membuat tato, meminta ditato, mencabuti alis dan memperbaiki susunan giginya untuk mempercantik diri, yang telah merubah ciptaan Allah.ā€ (HR Al-Bukhari).

Hadits di atas secara jelas menuturkan perbaikan susunan gigi dalam rangka mempercantik dan mengubah ciptaan Allah adalah bagian sesuatu yang haram, namun apakah lantas hadits tersebut dapat kita pahami secara tekstual, atau ada makna lain?

Badruddin Al-ā€˜Aini dalam ā€˜Umdatul Qari menjelaskan makna mengubah gigi pada hadits tersebut, yaitu yang berlebihan dalam melakukannya. Ia berkata:

ŁˆŲ§Ł„Ł…Ų¹Ł†Ł‰ هنا المتفلجة Ł‡ŁŠ Ų§Ł„ŲŖŁŠ ŲŖŲŖŁƒŁ„Ł بأن تفرق ŲØŁŠŁ† الأسنان لأجل الحسن ŁˆŁ„Ų§ يتيسر Ų°Ł„Łƒ ؄لا بالمبرد ŁˆŁ†Ų­ŁˆŁ‡

Artinya, ā€œMakna di sini ā€˜al-mutafallijah’ yaitu orang memaksakan diri merenggangkan giginya demi kecantikan, dan hal itu tidak mungkin dilakukan kecuali dengan proses mengikir atau sejenisnya.ā€ (Badruddin al-ā€˜Aini, ā€˜Umdatul Qari, jilid XXII, halaman 62).

Ibnu Hajar Al-ā€˜Asqallani dalam Fathul Bari menjelaskan, jika tujuan semata untuk kecantikan saja, maka itulah yang dianggap tidak baik. Sedangkan kalau tujuannya untuk kesehatan, maka boleh.

ŁˆŲ§Ł„Ł…ŲŖŁŁ„Ų¬Ų§ŲŖ للحسن" ŁŠŁŁ‡Ł… منه أن Ų§Ł„Ł…Ų°Ł…ŁˆŁ…Ų© من فعلت Ų°Ł„Łƒ لأجل Ų§Ł„Ų­Ų³Ł†ŲŒ ŁŁ„Łˆ Ų§Ų­ŲŖŲ§Ų¬ŲŖ ؄لى Ų°Ł„Łƒ Ł„Ł…ŲÆŲ§ŁˆŲ§Ų© مثلا Ų¬Ų§Ų²

Artinya, ā€œā€™Orang-orang yang memperbaiki susunan giginya’, maksudnya itu adalah perbuatan tercela apabila semata-mata dimaksudnya untuk mempercantik, sedangkan apabila untuk kebutuhan semisal pengobatan maka boleh.ā€ (Ibnu Hajar al-ā€˜Asqallani, Fathul Bari, [Beirut: Darul Fikr, t.t.], jilid X, hal. 373).

Senada dengan hal tersebut, An-Nawawi menjelaskan kalau upaya pada gigi untuk tujuan medis seperta pengobatan, mencegah kerusakan, menutupi kecacatan dan kejelekan pada gigi, maka tidak apa-apa. Hanya saja yang tidak boleh, jika giginya sudah bagus, namun ia tetap merenggangkan giginya demi kecantikan semata. Beliau berkata:

ŁˆŁŁŠŁ‡ Ų§Ų“Ų§Ų±Ų© ؄لى أن الحرام Ł‡Łˆ Ų§Ł„Ł…ŁŲ¹ŁˆŁ„ لطلب الحسن أما Ł„ŁˆŲ§Ų­ŲŖŲ§Ų¬ŲŖ Ų„Ł„ŁŠŁ‡ لعلاج أو عيب فى السن ŁˆŁ†Ų­ŁˆŁ‡ فلابأس

Artinya, ā€œDalam hadits tersebut ada isyarat bahwa yang diharamkan adalah [merenggangkan gigi] dengan tujuan mempercantik, namun bila ia merenggangkan gigi sebab kebutuhan pengobatan, pencegahan atau aib dan sejenisnya, maka tidak apa-apa.ā€ (An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim ibn Al-Hajjaj, [Beirut: Dar Ihya at-Turats, 1392], jilid XIV, halaman 107).

Dari beberapa penjelasan hadits tersebut, kita mendapati bahwa proses veneer dan crown gigi diperbolehkan dengan tujuan medis seperti yang telah disebutkan pada uraian-uraian di atas. Thahir bin 'Asyur mengatakan:

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ų³ŁŽ مِنْ ŲŖŁŽŲŗŁ’ŁŠŁŁŠŲ±Ł Ų®ŁŽŁ„Ł’Ł‚Ł Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŲµŁŽŲ±Ł‘ŁŁŁ فِي Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ®Ł’Ł„ŁŁˆŁ‚ŁŽŲ§ŲŖŁ ŲØŁŁ…ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŲ°ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ŁŁŁŠŁ‡Ł ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲÆŁ’Ų®ŁŁ„Ł فِي Ł…ŁŽŲ¹Ł’Ł†ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŲ³Ł’Ł†Ł ŁŁŽŲ„ŁŁ†Ł‘ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų®ŁŲŖŁŽŲ§Ł†ŁŽ مِنْ ŲŖŁŽŲŗŁ’ŁŠŁŁŠŲ±Ł Ų®ŁŽŁ„Ł’Ł‚Ł Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁƒŁŁ†Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ł„ŁŁŁŽŁˆŁŽŲ§Ų¦ŁŲÆŁŽ ŲµŁŲ­Ł‘ŁŁŠŁ‘ŁŽŲ©ŁŲŒ ŁˆŁŽŁƒŁŽŲ°ŁŽŁ„ŁŁƒŁŽ Ų­ŁŽŁ„Ł’Ł‚Ł Ų§Ł„Ų“Ł‘ŁŽŲ¹Ł’Ų±Ł Ł„ŁŁŁŽŲ§Ų¦ŁŲÆŁŽŲ©Ł ŲÆŁŽŁŁ’Ų¹Ł ŲØŁŽŲ¹Ł’Ų¶Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ¶Ł’Ų±ŁŽŲ§Ų±ŁŲŒ ŁˆŁŽŲŖŁŽŁ‚Ł’Ł„ŁŁŠŁ…Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲøŁ’ŁŁŽŲ§Ų±Ł Ł„ŁŁŁŽŲ§Ų¦ŁŲÆŁŽŲ©Ł ŲŖŁŽŁŠŁ’Ų³ŁŁŠŲ±Ł Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŁ…ŁŽŁ„Ł ŲØŁŲ§Ł„Ł’Ų£ŁŽŁŠŁ’ŲÆŁŁŠŲŒ ŁˆŁŽŁƒŁŽŲ°ŁŽŁ„ŁŁƒŁŽ Ų«ŁŽŁ‚Ł’ŲØŁ Ų§Ł„Ł’Ų¢Ų°ŁŽŲ§Ł†Ł Ł„ŁŁ„Ł†Ł‘ŁŲ³ŁŽŲ§Ų”Ł Ł„ŁŁˆŁŽŲ¶Ł’Ų¹Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŁ‚Ł’Ų±ŁŽŲ§Ų·Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŲ²ŁŽŁŠŁ‘ŁŁ†Ł

Artinya, ā€œTindakan pada ciptaan Allah yang diizinkan juga yang bukan ditujukan untuk mempercantik tidak termasuk dalam kategori mengubah ciptaan Allah. Praktik sunat merupakan pengubahan terhadap ciptaan Allah, namun membawa manfaat bagi kesehatan, begitu pula mencukur rambut untuk kepentingan menangkal penyakit, memotong kuku untuk kepentingan memperlancar pekerjaan yang melibatkan tangan, dan juga tindik telinga perempuan untuk dipakaikan anting dan berhiasā€ (Muhammad Thahir bin ā€˜Asyur, At-Tahrir wa at-Tanwir, [Tunis, al-Dar al-Tunisiyah lil Nasyr, 1984]. Jilid V, halaman 205).

Kesimpulannya, veneer dan crown gigi hukumnya boleh jika dimaksudkan untuk tujuan medis. Kedua prosedur medis tersebut bukan bagian dari mengubah ciptaan Allah, akan tetapi hanya untuk memperbaiki dan mencegah bagian gigi yang keropos supaya tidak patah. Wallahu a’lam.

 

​​​​​​​UstadzĀ Amien Nurhakim, Musyrif Pesantren Ilmu Hadits Darus-Sunnah

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang