Rektor UIN Jogja: Runtuhnya Rezim Orde Baru, Laskar Jihad, dan Studi Islam
Selasa, 18 November 2025
NU Online menghadirkan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan, dalam program Menjadi Indonesia episode ke-31.
Dalam kesempatan itu, Prof Noorhaidi menjelaskan bahwa runtuhnya rezim Orde Baru menjadi momentum politik bagi berbagai kelompok masyarakat yang sebelumnya termarjinalkan.
“Jatuhnya Orde Baru menjadi kesempatan politik bagi kelompok-kelompok, individu-individu, dan elemen masyarakat yang selama ini merasa dimarginalisasi, ditindas, direpresi, tidak bisa bersuara, tidak bisa menyatakan pendapat, berekspresi, atau menunjukkan diri di ruang publik dalam panggung politik nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, setelah kejatuhan rezim Orde Baru, tidak hanya kekuasaan lama yang runtuh, tetapi juga terjadi ketidakseimbangan (disequilibrium) di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam struktur kekuasaan dan politik nasional.
“Yang tadinya pegang kendali sudah jelas, sekarang jadi kacau. Ada konflik-konflik di dalam tubuh militer sendiri, antara militer dengan unsur-unsur politik lain, juga masyarakat sipil. Semuanya berebut mereklaim posisi di ruang politik yang berubah dengan cepat,” jelasnya.
Prof Noorhaidi menambahkan, situasi inilah yang turut memungkinkan munculnya berbagai gerakan baru, termasuk pendirian Laskar Jihad Ambon.
“Itulah salah satu faktor yang membuat pendirian Laskar Jihad itu mungkin, apalagi konteks saat itu kan Gus Dur presidennya, dan harus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan pro status quo,” imbuhnya.
Selain membahas topik disertasinya tentang Laskar Jihad, Prof Noorhaidi juga menyinggung gerakan politik Islam secara umum, termasuk pengaruh geopolitik yang memicu isu sektarian seperti ketegangan antara Sunni dan Syiah.
“Kapan isu anti-Syiah mengemuka? Ketika terjadi ketegangan antara Saudi dan Iran,” ungkapnya.
Dalam bagian akhir, Prof Noorhaidi berbicara panjang lebar mengenai decentering Islamic studies—sebuah upaya membuka ruang-ruang baru dan pusat-pusat studi alternatif bagi pemikiran Islam, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
[Segmen dalam video ini ]
00:00:00 - Intro dan cuplikan
00:01:07 - Perkenalan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
00:05:30 - Laskar Jihad Ambon, runtuhnya Orde Baru, dan Gus Dur
00:19:05 - Mengapa Islam Politik melemah di ruang publik?
00:39:10 - Decentering Islamic Studies
01:03:06 - Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari
01:10:17 - Masyarakat Indonesia punya mekanisme menjaga keseimbangan
Terpopuler
1
Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
2
Prabowo Klaim Pemulihan Aceh Hampir 100 Persen, NU Aceh Tamiang: 70 Persen Warga Masih Mengungsi
3
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
4
DPR Ingatkan Mutu Pendidikan di Tengah Wacana PJJ untuk Efisiensi Energi
5
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
6
Ribuan Paket Bantuan NU untuk Warga Palestina pada Ramadhan 1447 H
Terkini
Lihat Semua