Jakarta, NU Online
Berdasarkan perhitungan (hisab), tanggal 1 Rajab 1427 H jatuh pada hari Rabu, 26 Juli 2006 M. Kepastian awal Rajab itu akan ditentukan berdasarkan muncul tidaknya bulan (rukyatul hilal) yang akan dilakukan Selasa (25/7) sore nanti.
Berdasarkan data hisab pada saat Matahari terbenam, selasa (25/7), bulan (hilal) berada pada ketinggian 2o 10’ 20” yang berarti sudah mencapai visibilitas pengamatan (imkanur rukyat).
“Jika hilal sudah mencapai 2 derajat lebih maka sudah dihitung masuk awal bulan. Akan tetapi nanti masih menunggu hasil hisab, kata Nahari Muslih, Sekretaris Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), dihubungi NU Online di Jakarta Senin (24/7).
LSFNU telah mengkordinir wilayah-wilayah NU untuk melakukan rukyatul hilal di daerah masing-masing. Lokasi utama rukyat berada di beberapa pantai di Jatim, Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta.
“Pos Informasi utamanya tetap di PBNU. Kita berharap warga NU mendapatkan informasinya atau memberikan informasi ke PBNU,” kata Nahari Muslih.
Jika tanggal 1 Rajab 1427 jatuh pada hari Rabu maka diperkirakan bulan Ramadlan 1427 H akan jatuh pada hari Ahad, 24 September 2006 M. karena dengan begitu, berdasarkan hisab, bulan Sya’ban akan disempurnakan sampai 30 hari (istikmal). (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua