Sampang, NU Online
Sekitar 24 Kepala Keluarga dari kelompok jamaah Syiah di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben dan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang, berhasil dibujuk untuk kembali ke ajaran Sunni.<>
Demikian dikatakan AKP Harifi Kahar, Kapolsek Karang Penang, bahwa kembalinya 24 kepala keluarga tersebut ke ajaran Sunni, tidak lain dari gencarnya petugas keamanan yang mencoba mendekati jamaah Syiah secara persuasif dengan cara melakukan bakti sosial seperti pengobatan gratis ataupun pengajian.
"Sebenarnya gampang mas untuk mengajak warga Syiah kembali ke ajaran Sunni. Terbukti, dalam setiap pengajian yang kami lakukan, dia diberi kue aja sudah senang dan sudah 24 KK yang kini sudah pindah ke Sunni," tandasnya, Kamis (9/2).
Lebih lanjut, Harifi menambahkan, target untuk meredam konflik SARA tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Pasalnya, dari 24 KK yang pindah ke aliran Sunni tersebut, masih dalam kawasan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang.
Sementara untuk wilayah basis Syiah di Desa Karang Gayam pihaknya akan melibatkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) setempat untuk mempermudah pergerakan membujuk warga Syiah agar secepatnya kembali ke Sunni.
Ditanya keberadaan KH Tajul Muluk, Harifi mengatakan, hingga detik ini, pimpinan Syiah tersebut masih berada di kawasan Probolinggo.Â
"Tajul masih di Probolinggo di rumah saudaranya, sebisa mungkin kami akan melarang Tajul untuk kembali ke Karang Gayam agar konflik ini bisa segera teratasi," kata Harifi.Â
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
6
PBNU Soroti Wacana War Tiket Haji, Harus Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan Jamaah
Terkini
Lihat Semua