Abu Hasan, Mantan Pendiri PBNU “Tandingan” Meninggal
NU Online · Jumat, 14 Juli 2006 | 05:28 WIB
Jakarta, NU Online
Mantan tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abu Hasan, meninggal dunia pada Kamis (13/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB di RS Medistra Jakarta, setelah sekitar 12 hari dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit tersebut.
Salah seorang petugas RS Medistra ketika dihubungi pada Jumat pagi membenarkan wafatnya mantan tokoh yang pernah mendirikan PBNU tandingan tersebut. Menurut dia, pada Jumat dinihari jenazah almarhum telah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Jl H Nawi, Cilandak Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abu Hasan yang pernah menjabat anggota MPR itu menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit lever yang sudah dideritanya sekitar dua tahun terakhir.
Rencananya, jenazah almarhum yang pernah menjadi Ketua Umum Partai SUNI yang ikut dalam Pemilu 1999 akan dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan, setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Raya Pondok Indah.
Almarhum KH Abu Hasan meninggalkan seorang isteri, lima anak dan enam cucu. Pada tahun 1995, dalam Muktamar NU di Cipasung, Tasikmalaya, Abu Hasan kalah dalam persaingan memperebutkan jabatan Ketua Umum PB NU yang akhirnya jatuh kepada KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid.
Abu Hasan yang tidak mendapat tempat dalam kepengurusan PB NU di bawah pimpinan Gus Dur, lantas mendirikan Koordinasi Pimpinan Pusat Nahdlatul Ulama (KPPNU).
KPPNU pada Januari 1996 berhasil menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Dalam MLB yang berlangsung tanpa izin dari aparat Kepolisian itu, Abu Hasan dikukuhkan sebagai Ketua Umum PBNU ’Tandingan’ tersebut, sedangkan KH Hamid Baidlawi menjadi Rois Aam-nya. (ant/mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua